Insiden Kapal Tenggelam di Tanjung Sombano, Kapolres Wakatobi Pimpin Operasi Penyelamatan Seluruh Korban – Berita Kota Kendari Online
Lingkar Sultra

Insiden Kapal Tenggelam di Tanjung Sombano, Kapolres Wakatobi Pimpin Operasi Penyelamatan Seluruh Korban

ISWANDI/BERITA KOTA KENDARI
PROSESI pencarian, penyelamatan hingga perawatan tiga pelaut kapal pengangkut kayu yang berhasil dilakukan aparat gabungan pada Selasa (6/2). Kapal mereka dilaporkan tenggelam di Tanjung Sambano, Senin malam (5/2).

WAKATOBI, BKK- Kerjasama serta kegigihan aparat gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Wakatobi, AKBP Hadi Winarno dalam mencari tiga pelaut kapal pengangkut kayu yang dilaporkan tenggelam di Tanjung Sambano, Wakatobu, Senin malam (5/2), membuahkan hasil. Pencarian yang dilakukan nyaris tanpa henti itu akhirnya berhasil menyelamatkan nyawa ketiga pelaut tersebut.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari menyebutkan, kapal yang memuat kayu sebanyak 5 kubik ini diketahui bergerak dari Ereke, Buton Utara menuju Pulau Tomia, Wakatobi pada Senin malam (5/2) sekitar pukul 19.00 Wita. Namun di Tanjung Sambano, cuaca di lautan memburuk. Kapal dengan tiga ABK ini pun digulung ombak ganas hingga tenggelam.

Setelah mendapatkan informasi itu, aparat Polair bersama Basarnas dan warga langsung melakukan aksi pencarian. Kapolres Wakatobi, AKBP Hadi Winarno mengakui informasi mengenai kecelakaan laut itu baru diterima sekitar pukul 08.00 Wita, dari laporan warga. Kapolres pun langsung memimpin perencanaan dan memutuskan ikut langsung dalam proses pencarian.

“Setelah tim gabungan tiba di perairan Sombano, kami berputar-putar dan akhirnya sekitar pukul 11.00 Wita, La Sahrun (31) kami temukan dengan kondisi terapung dengan kayu, dan kami langsung melakukan evakuasi,” kata Hadi Winarno.

Setelah mengevakuasi korban pertama, Kapolres lantas memerintah personel agar mengevakuasi bangkai kapal tersebut ke tepi pantai di Desa Sombano. “Setelah proses itu selesai, saya kembali memerintahkan anggota untuk melanjutkan pencarian kepada dua korban lain. Namun kendala di lokasi dengan ombak yang mencapai 1,5 meter serta kondisi La Sahrun yang semakin lemah,maka saya putuskan untuk kembali, guna dilakukan perawatan medis kepada korban,” jelas dia.

Kapolres lalu memerintahkan dua Kapolsek di Kaledupa agar ikut melakukan pencairan bersama tim Basarnas Wakatobi di pesisir pantai. Karena diduga, dua korban lainnya terdampar tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal.

“Alhamdulillah setelah warga bersama anggota melakukan pencarian, dua korban lainnya yang bernama La Sa’ari dan Kabiludin ditemukan di pesisir pantai sekitar Sombano,” kata Kapolres.

Hadi menuturkan, setelah dua korban tersebut ditemukan, anggota Polsek Kaledupa langsung membawa keduanya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. “Setelah dibawa ke darat, anggota langsung mengantar korban ke puskesmas agar dicek kesehatannya,” lanjutnya.

La Sahrun kemudian dievakuasi ke Rumah Jabatan Kapolres Wakatobi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kondisi korban pun mulai membaik. “Besok mungkin sudah bisa dipulangkan ke Tomia. Yang jelas korban akan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan di Rujab,” terangnya.

Sementara La Sahrun saat diwawancara wartawan mengaku sangat bersyukur bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Sebab melihat kondisinya yang terapung di lautan lepas, dia sudah pasrah. “Pikiranku ini, saya pasti mati. Tapi saat saya lihat (kapal) speed Polair, Alhamdulillah saya masih selamat,” ucapnya saat ditemui di Rujab Kapolres Wakatobi.

Diketahui, tiga korban merupakan warga Desa Timu, Kecamatan Tomia Timur, Wakatobi. Proses pencarian dan penyelamatan ini melibatkan unsur Polair Polda Sultra, TNI AL, Polres Wakatobi, Polsek Kaledupa serta warga nelayan setempat. (k2/aha)

To Top