Headline

Diombang-ambing Ombak, Penumpang Kelaparan, Gula Merah Disikat

Tim SAR Kendari menuju ke kapal tenggelam yang memiliki tiga awak. Dan, semua ditemukan dalam keadaan selamat

Data:
Kronologis kecelakaan KM Ilham Jaya
– Berangkat dari Pelabuhan Tolitoli Kabaena Timur Senin (5/2) malam pukul 22.00 Wita.
– Kapal memuat tujuh penumpang dan lima ABK
– Selasa (6/2) Pukul 02.00 Wita melewati perairan dangkal menabrak karang, hingga menyebabkan kemudi bengkok, tapi kapal masih bisa berjalan.
– Pukul 03.30 Wita tiba-tiba mesin kapal mati di Perairan Kancebungi, Kecamatan Mawasangka, dan lambung kapal bocor
– Pukul 03.30 – 06.30 Wita kapal diombang-ambing ombak setinggi 1,5 – 2 meter

Para penumpang usai dievakuasi dari kapal menuju Pelabuhan Murhum Baubau, Selasa (6/2). Foto: Adnan/BKK

– Pukul 06.45 Wita, salah satu penumpang berhasil menghubungi rekannya lalu menginformasikan kepada SAR
– Pukul 08.00 Wita SAR menerima informasi kecelakaan kapal
– Pukul 10.35 Wita tim rescue Pos SAR Baubau berhasil menemukan KM Ilham Jaya GT 30 pada koordinat 05 28’ 58”S- 122 24’ 7”E.

 

KENDARI, BKK – Dua musibah kecelakaan kapal di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) terjadi secara bersamaan, pada Selasa (6/2).

Kepala Kantor Search And Rescue (SAR) Kendari Djunaidi melalui Humasnya Wahyudi mengurai, pertama kali menerima laporan musibah patah kemudi kapal penumpang KM Ilham Jaya, sekira pukul 08.00 Wita.

Kapal yang berlayar dari rute Kabaena Kabupaten Bombana-Kota Baubau ini mengalami patah kemudi di Perairan Mawasangka Kabupaten Buton sekira pukul 02.00 Wita.

Namun, musibah kapal yang bermuatan 12 orang, termasuk lima anak buah kapal (ABK) ini baru dilaporkan pada pagi hari.

“Posisi terakhir posisi terakhir berada di Tanjung Tancebungi, kurang lebih 23 mil laut dari Baubau, dengan POB (person on boat) 14 org,” terang Wahyudi.

Yudi, sapaan beken Wahyudi mengatakan, sekira pukul 10.35 Wita tim rescue Pos SAR Baubau berhasil menemukan KM Ilham Jaya GT 30 pada koordinat 05 28’ 58”S- 122 24’ 7”E.

“Selanjutnya KM Ilham Jaya dievakuasi ke Pulau Kadatua beserta lima orang kru. Sedang penumpang berjumlah 7 orang dievakuasi ke Pelabuhan Murhum Baubau dalam keadaan selamat,” terangnya.

Ketujuh tujuh penumpang terdiri empat pria dan tiga wanita yakni, Munadin (43), Azwan (36), La Pandara (62), La Adenci (55), Hasmawati (44), Wa Tale (64), serta Reni (46).

Salah seorang penumpang, La Adenci (55) menceritakan, kapal yang mereka tumpangi bertolak dari Pelabuhan Tolitoli Kabaena Timur Senin (5/2) malam pukul 22.00 Wita.

Saat di perjalanan, kapal yang melewati perairan dangkal menabrak karang, hingga menyebabkan kemudi bengkok.

Kapal kemudian sempat terus berlayar namun tiba-tiba mati mesin di Perairan Kancebungi, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah atau 23 Mil dari Kota Baubau.

“Kapalnya bocor juga di lambung kirinya, ABK coba buang airnya, tapi masuk terus,” kata salah satu penumpang.

La Adenci menyebut, saat itu kondisi cuaca ombak besar dan kapal terombang-ambing, hingga menyulitkan ABK melakukan perbaikan. Saat itu juga tidak ada sinyal ponsel hingga tak ada yang bisa dihungi, beruntung salah satu penumpang pagi hari langsung menelpon SAR Kendari setelah mendapatkan sinyal ponsel.

“Tadinya saya juga mau update status tapi nda ada jaringan internet, saya telpon mi temanku itu minta nomornya orang SAR,” kata penumpang lain Hasmawati.

Saat itu lanjutnya, penumpang panik karena ombak besar terus menghantam kapal. Dalam kondisi kelaparan penumpang terpaksa memakan gula merah yang dibawa dari Kabaena, serta sisa air di botol mineral yang kebetulan dibawa sebelum berangkat.

Pukul 10.00 Wita tujuh penumpang kemudian dievakuasi ke dalam kapal karet milik SAR Baubau.

“Alhamdulillah kita tiba mi selamat, bersyukur sekali kasian,” kata wanita yang hendak menuju Kota Kendari itu.

Koordinator Pos SAR Baubau, Dayan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi pukul 08.30 Wita dari SAR Kendari. Empat orang Tim SAR Baubau langsung diturunkan menggunakan kapal karet menuju titik koordinat.

Tujuh penumpang langsung dipindahkan ke kapal, sementara lima ABK masih bertahan di kapal.

“Kapalnya kita tarik ke dermaga pelabuhan Topa,” tuturnya.

Kapolsek KP3 Baubau, AKP Reda Irfanda yang juga diwawancarai mengaku mendapatkan informasi kapal itu pukul 09.00 Wita. Saat itu ia sendiri berencana melakukan evakuasi penumpang dan kapal. Para penumpang kemudian diistirahatkan di Rest Area Polsek KP3 Baubau untuk kemudian diberangkatkan ke tempat tujuan masing-masing.

“Kita lakukan upaya menolong korban juga, mengembalikan kondisi mereka,” tuturnya.

Musibah kedua, sebut Yudi, terjadi kapal tenggelam di Perairan Sombano Kabupaten Wakatobi. Laporan diterima tidak lama setelah kejadian yakni sekira pukul 08.35 Wita.

Kapal ini dari rute Tomia Timur menuju ke Ereka Kabupaten Buton Utara, dengan awak tiga orang.

Kru atas nama La Sarun (31) ditemukan pertama kali di seputaran Suar Sombano pada pukul 11.12 Wita. Lalu, dievakuasi ke Pelabuhan Wanci dalam keadaan selamat.

Tim gabungan yang terdiri Kantor SAR Kendari dan Polair Wakatobi kembali melanjutkan pencarian terhadap dua korban lainnya yakni La Saari (40) dan La Kabil (27).

Alhasil, keduanya ditemukan di sekitar tempat kejadian musibah (TKM) dalam kondisi fisik lemas. Keduanya ditemukan sekira pukul 15.02 Wita, oleh nelayan setempat yang ikut membantu pencarian.

“Ditemukan dalam keadaan selamat, dan saat ini telah berada di puskesmas Kaledupa Induk untuk mendapatkan penanganan medis,” terang Yudi.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, dengan penemuan kapal patah kemudia dan korban akibat kapal tenggelam maka operasi SAR dinyakan selesai dan ditutup.

Prakirawan Badan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari Adi Istiyono menhatakan, tinggi gelombang Selasa (6/2) di Wilayah Perairan Sultra berkisar antara 1,5 sampai 2,5 meter. Kondisi seperti ini dipreikdi akan terjadi hingga Kamis (8/2).

Menurut dia, tinggi gelombang tersebut akan berdampak pada kapal yang tergolong kecil.

“Tergantung kapalnya, kalau kapal besar tidak terlalu terasa tapi untuk kapal nelayan tradisional dan kapal kayu terasa juga. Tapi kami hanya memberikan informasinya saja,” tuntas Adi. (cr7-man/lex)

 

To Top