Beranda

Ada Indikasi Premium Dibatasi agar Warga Pakai Pertalite dan Pertamax

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Pihak pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Martandu berdalih, antrean panjang kerap terjadi karena keterlambatan pasokan dari Pertamina, dan juga karena stok untuk Premium dan Solar dibatasi.

Karyawan SPBU Martandu, Ana mengatakan, stok BBM masuknya tidak menentu, kadang pagi dan kadang siang, biasa juga sore.

Akibatnya, ujar dia, kendaraan membentu antrean panjang sejak pagi hari.

“Kalau stok BBM cepat masuk, tidak terlalu panjang antrean. Solar baru masuk pukul 10.00 Wita, padahal biasanya pukul 07.30 Wita sudah masuk. Untuk hari ini, Premium biasanya masuk pukul 09.00 Wita dan hari ini hingga pukul

12.00 Wita belum datang,” terangnya, Selasa (6/2).
Dia menambahkan, untuk Pertalite dan Pertamax diperbanyak stoknya, sedangkan Premium dan Solar dikurangi.

“Jadi, masyarakat dialihkan ke Pertamax dan Pertalite. kan kalau di Jawa paling banyak pemakaian Pertalite dan Pertamax. Kayaknya di Kendari juga harus disamakan, makanya Premium dibatasi untuk per harinya,” katanya.

Masih kata dia, untuk Premium disuplai 8.000 liter per hari, dan hari Minggu tidak ada penyaluran dan yang ada hanya Pertamax dan Pertalite.

“Pertalite dijatah 24 kiloliter, padahal biasanya 16.000 liter saja dan bisa habis selama 2 hari. Dan untuk Pertamax tidak sampai 1 ton,” bebernya.

Berkait kondisi ini, ada yang mengantre memang sejak dibukanya SPBU pukul 07.30 Wita.

“Kecuali Pertamax dan Pertalite, jarang mengantre. Kalau premium 8.000 liter yang masuk, hari ini juga habis.

Untuk Solar kalau rame kendaraan dalam tiga jam habis,” ungkapnya.

Salah seorang konsumen, Andri mengatakan, dirinya sudah menunggu sejak pagi untuk bisa mengisi bahan bakar.

Antrean ini sangat mengganggu aktivitasnya sebagai sopir pengangkut tanah. (m3/iis)

To Top