Beranda

UHO Terancam Tidak Lagi Dipakai untuk Pembuatan Naskah Akademik Perda

KENDARI, BKK- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari akan berpikir dua kali bila kembali melakukan kerjasama bersama pihak Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terkait pembuatan naskah akademik peraturan daerah (perda).

Pasalnya, tahun lalu pihak UHO Kendari dianggap gagal dalam menyelesaikan naskah akademik untuk 8 rancangan perda (raperda) yang dipercayakan Badan Pembetukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Kendari.

“Ada delapan raperda yang dipihakketigakan ke UHO, tapi hingga batas waktu yang diberikan, pembuatan naskah akademiknya tidak juga kelar,” beber Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Kendari La Ode Azhar, Kamis (1/2).

Ia menjelaskan, tahun ini Bapemperda kembali menganggarkan Rp 400 juta untuk pembuatan 8 perda. Dari 8 perda tersebut akan dibuatkan naskah akademiknya dan kemungkinan dipihakketigakan ke Universitas Muhamaddiyah Kendari (UMK).

“Opsi yang ada untuk pembuatan naskah akademik dua, antara UMK dan UHO. Namun dari dua opsi ini kemungkian besarnya ke UMK,” jelasnya.

Tapi, lanjut dia, jika pihak UHO yang kembali dipercayakan, maka pihaknya berharap kegagalan sebelumnya tidak terulang lagi. Pihak UHO yang diberikan kepercayaan terkait hal ini mesti bisa menjaga nama baik kampusnya.

“Jangan karena ego individu, merusak citra kampus secara totalitas. Ini perlu dipegang teguh bagi mereka yang diberikan kepercayaan,” sarannya.

Politikus Golkar ini juga menambahkan, untuk mengantisipasi penolakan atas usulan perda yang akan digagas nanti, pihaknya akan melakukan konsultasi terlebih dahulu di tingkat provinsi.

“Karena, berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada beberapa raperda yang telah dibuat naskah akademiknya justru ditolak,” jelasnya.

Diketahui, dalam pembuatan perda di 2018 ini, dari anggaran yang disiapkan senilai Rp 400 juta untuk 8 perda. Itu artinya tiap perda diniali dengan Rp 50 juta dan salah satu perda yang sudah pasti akan dibuat yaitu perda tentang perlindungan guru. (cr5/iis)

To Top