Lingkar Sultra

Perbup Diubah Lima Kali, Nama Derik Ikut Disebut

FITRI AZHARI/BERITA KOTA KENDARI
KEPALA Kejari Muna, Badrut Tamam SH MH ikut memeriksa La Ode Iskandar, salah seorang anggota Badan Anggaran DPRD Muna, Kamis (1/2).

RAHA, BKK- Hasil pemeriksaan delapan anggota Badan Anggaran DPRD Muna dalam penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus Muna 2015 memunculkan informasi baru. Ternyata, Peraturan Bupati (Perbup) Muna yang menjadi landasan pengelolaan DAK itu, direvisi sampai lima kali.

Informasi ini tak ayal ikut mengungkap nama Zayat Kaimuddin alias Derik. Pasalnya, Derik saat itu sebagai Mantan Penjabat Bupati Muna. Otomatis, dia yang menandatangani Perbup tersebut.

“Pemeriksaan saya tadi seputar Perbup tahun 2015, terkait DAK yang menyeberang tahun dari 2015 ke 2016. DAK itu kan berjalan pakai Perbup, ada Juknis sendiri dari pusat. Jadi memang (Perbup) tidak dibahas di Banggar. Termasuk DAK tambahan tahun 2015, tapi jumlahnya saya tidak ingat. Yang jelas Perbup itu ditandatangani Pj Bupati Muna Pak Derik,” papar La Ode Iskandar, salah seorang anggota Banggar DPRD Muna tahun 2015, usai diperiksa tim penyidik Kejari Muna, Kamis (1/2).

Sementara Freby Rifai yang juga anggota Banggar DPRD Muna mengaku baru tahu jika Perbub Muna tentang DAK itu direvisi sampai 5 kali. “Inti pemeriksaan saya salah satunya terkait Perbub. Masalah Perbub ini saya tidak tahu menahu, karena bukan domainnya Banggar di dewan dan tidak pernah dibahas di dewan,” terang politikus PDIP ini usai menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Intel Kejari Muna.

Jawaban yang sama juga datang dari dr H Rajab Biku. Saat dikonfirmasi masalah perubahan Perbub Muna, dia pun mengaku tidak tahu. “Perbub itu tidak dibahas di dewan, itu di eksekutif, termasuk penyusunan anggaranya, itu TAPD yang tahu semuanya,” kata politikus PAN ini.

Di tempat terpisah, Kepala Kejari Muna, Badrut Tamam mengatakan munculnya nama Derik dalam kasus itu sudah dipikirkan oleh tim jaksa. Malah, pihaknya sudah menyusun jadwal pemeriksaan terhadap mantan Calon Wali Kota Kendari itu. Selain Derik, Kejari juga sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekda Muna, Nurdin Pamone, serta mantan Ketua Bappeda Muna Ir Syahrir.

“Surat pemeriksaannya segera dilayangkan,” katanya.

Dari DPRD sendiri, Kejari tidak saja berhenti pada delapan anggota Banggar itu. Kejari sudah dipastikan akan memeriksa unsur pimpinan, yakni Mukmin Naini, La Ode Diyrun dan Muh Arwin Kadaka. “Pada dasarnya semua pihak yang terlibat dalam kasus ini, akan kami periksa semuanya,” kata Pak BT sapaan akrab Kajari Muna ini. (r1/aha)

To Top