Aktualita

Tim Lomba KB-Kes Sultra Lakukan Penilaian di Konsel

Wakil Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK Konsel, Nurlin Surunuddin saat mendapingi Tim Lomba KB-Kes Sultra

Andoolo, BKK – Tim penilai lomba KB-Kes Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penilaian di Desa Adaka Jaya Kecamatan Buke yang merupakan desa perwakilan Konsel yang mengikuti lomba KB-Kes tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

KedardatanganTim Penilai Lomba KB-Kes Tingkat Provinsi yang tiba di Desa Adaka Jaya disambut Wakil Bupati Konsel Dr H Arsalim Arifin SE MSi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny Hj Nurlin Surunuddin dan Wakil Ketua PKK Ny Arni Arsalim.

Ketua tim penilai lomba KB-Kes tingkat provinsi, Maswati Madjid SKM MSi MKes menyampaikan dalam penilaian lomba KB-Kes ada empat jenis penilaian yaitu PKK KBM kesehatan, Posyandu, PHBS, dan Kebersihan Lingkungan.

“Secara tekhnis penilaian yang pertama adalah kami memeriksa laporan kegiatan yang disertai dokumentasi setiap kegiatan, kedua melihat langsung pelaksanaan kegiatan dan lingkungan masyarakat,” terangnya.

Dia juga mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memberi dampak pada peningkatan pola hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga, anak, dan lingkungan.

Wakil Bupati Konsel, Dr Arsalim Arifin menyampaikan bahwa Desa Adaka Jaya adalah salah satu desa dari 100 desa yang ditargetkan pemerintah daerah menjadi desa mandiri. Penetapan ini tentu dilihat dari potensi dan kemajuan yang terjadi di desa adaka Jaya sangat luar biasa.

Dia melanjutkan,dari sisi pembiayaan, pembangunan baik fisik, ekonomi dan sosial di desa dilaksanakan secara swadaya, tentunya ini menjadi poin penting dalam penilaian suatu lomba.

Lebih lanjut Arsalim menyampaikan kepada tim penilai silahkan melakukan penilaian secara objektif terminus dengan persiapan dan potensi yang dimiliki.

“Saya yakin Desa Adaka Jaya dapat menjadi juara dalam lomba KB-Kes tahun ini,” harapnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Adaka Jaya, Asmida mengatakan bersyukur pelaksanaan Posyandu dan BKB di desanya sudah berjalan baik.

“Awalnya kunjungan bayi ke posyandu agak kurang dikarenakan bayi yang datang hanya di imunusasi dan ditimbang, tetapi dengan adanya programs BKB yang memantau tumbuh kembang anak akhirnya masyarakat kembali rajin ke posyandu,” terangnya.(cr13/lex)

To Top