Beranda

Sultra Belum Perlu Disuplai Beras Impor

La Ode Amijaya Kamaluddin.

KENDARI, BKK- Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak butuh beras impor. Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Amijaya Kamaluddin memastikan stok beras di daerah ini masih aman.

Diketahui, pemerintah pusat berencana mengimpor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand. Kekurangan beras medium mengakibatkan harga beras di pasaran melambung tinggi di awal tahun ini, menjadi alasan kebijakan tersebut.

La Ode Amijaya Kamaluddin menerangkan, kekurangan beras yang dimaksud pemerintah pusat hingga kini belum terjadi di Sultra, sehingga daerah ini belum perlu disuplai beras impor.

“Stok beras di Sultra masih aman, sehingga belum butuh beras impor,” ujarnya, Selasa (16/1).

Dibeberkan, saat ini stok beras jenis medium yang ada di gudang Bulog Sultra berjumlah 17.000 ton.

Jumlah itu dianggapnya dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat setempat hingga empat bulan ke depan.

Ia pun menyakini, stok beras tersebut akan aman hingga musim panen raya tiba. Sehingga, stok selalu tersedia di gudang Bulog.

Kendati demikian, lanjut dia, sewaktu-waktu beras impor tersebut bisa saja dibutuhkan, utamanya jika petani mengalami gagal panen karena gangguan hama atau cuaca.

Sementara dalam rangka mengatasi kenaikan harga beras, katanya, sejak pekan lalu Bulog Sultra mengadakan operasi pasar di Kota Kendari.

“Kami rutin mengadakan operasi pasar di Kota Kendari karena kalau di daerah rata-rata harga beras masih aman,” ungkapnya.

Saat ini juga, tambahnya, Bulog Sultra mempersiapan menyalurkan beras untuk program bantuan sosial (bansos) untuk keluarga kurang mampu.

Selama 2018, sekira 1.700 ton beras akan disalurkan setiap bulan untuk warga penerima manfaat di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sultra. (nur/iis)

To Top