Pendidikan

Penyalahgunaan Teknologi Digital Ancam Pendangkalan Moral

Ketua Dewan Pendidikan Sultra Prof Dr H Abdullah Alhadza MA

KENDARI, BKK – Maraknya penyalagunaan teknologi digital di era saat ini, mengancam terjadinya pendangkalan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Dalam hal ini, semua pihak perlu melakukan langkah antisipasi.

Seperti yang diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof Dr H Abdullah Alhadza MA, penyalagunaan teknologi digital khususnya di kalangan pelajar sudah mengkwatirkan. Sehingga, perlu adanya pengawasan yang intens dari semua pihak, baik keluarga, masyarakat, pemerintah, serta organisasi sosial dan keagamaan.

“Mereka harus mengambil peranannya masing-masing di dalam mengantisipasi penyalahgunaan teknologi digital.

Terutama orang tua, harus melakukan kontrol dan pengawasan terhadap anaknya. Kalau bisa media juga turut berpartisipasi di dalam mengontrol efek negatif dari pada penyalagunaan dan pemanfaatan teknologi digital,” ujar Abdullah saat ditemui, Selasa (16/1).

Dikatakannya, dampak negatif dengan semakin canggihnya teknologi digital saat ini, juga membuat perbuatan-perbuatan kriminal semakin canggih. Perilaku di luar norma-norma seperti transaksi dan penyalahgunaan narkoba semakin marak, serta membanjirnya berita bohong (hoax). Kemudian dampak yang dirasakan di sekolah, yakni turunnya minat baca dan kemampuan menyontek siswa menjadi meningkat.

Dalam melakukan langkah antisipasi, lanjutnya, penggunaan teknologi harus sesuai pemanfaatannya yang dijaga dengan benteng dan nilai-nilai moral agar bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tentunya, dengan melakukan intervensi yang berkaitan dengan penggunaannya ke arah yang baik.

“Teknologi bisa membawa jebakan-jebakan bila tidak digunakan dengan bijak. Pemanfaatan teknologi di era pendidikan tidak bisa dipungkiri melainkan harus dipahami dan dikembangkan ke arah yang positif,” pungkasnya. (m1/nur)

To Top