Komisi I Merasa Kecolongan, Ada Rp 5 Miliar dalam APBD 2018 untuk Pembangunan Masjid Al-Alam – Berita Kota Kendari Online
Beranda

Komisi I Merasa Kecolongan, Ada Rp 5 Miliar dalam APBD 2018 untuk Pembangunan Masjid Al-Alam

Taufan Alam

KENDARI, BKK- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana mengusut item anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan Masjid Al-Alam mengapa bisa lolos dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, tanpa persetujuan Komisi I.

Ketua Komisi I DPRD Sultra LM Taufan Alam mengungkapkan itu, Selasa (16/1).

Pasalnya, kata dia, dewan sudah menyetop penganggaran Masjid Al-Alam karena sesuai kontrak pembangunannya rampung pada Desember 2017.

“Di APBD 2018 tidak ada lagi alokasi anggaran khusus untuk masjid tersebut. Anggaran sudah selesai. Tidak ada lagi penganggaran, sebab laporan kepala Kepala Dinas Cipta Karya Sultra, pembangunan masjid tersebut sudah selesai,” sebut Taufan.

“Jadi, kalau masih ada pembangunan masjid Al-Alam yang belum selesai, itu mengagetkan buat kita. Kenapa? Karena ini sudah dilaporkan kepada kita bahwa pembangunan masjid itu sudah selesai,” lanjutnya dengan nada tinggi.

Masih kata dia, kalau informasi itu betul (soal Rp 5 miliar dalam APBD 2018), maka Komisi I akan meminta pertanggungjawaban dari dinas terkait.

“Kenapa ini bisa terjadi. Yang lebih mengagetkan lagi, kenapa di APBD 2018 akan dialokasikan anggaran untuk pembangunan atau pemeliharaan Masjid Al-Alam sebesar Rp 5 miliar, padahal kami tidak pernah memberi persetujuan untuk alokasi anggaran untuk masjid tersebut,” kejarnya.

Taufan mengatakan, pihaknya akan mencari tahu.

“Artinya, bahwa selama ini Kadis Cipta Karya memberikan informasi itu tidak benar,” semprotnya.
Ia meminta kepada pihak terkait harus trasparan dalam menggunankan anggaran tersebut, sebab pembangunan

masjid Al-Alam sudah menghabiskan dana ratusan miliar.

“Masa sampai saat ini belum rampung pembangunannya,” ketusnya.

Menurut Taufa, pembangunan masjid Al-Alam itu tidak seharusnya dibiayai oleh APBD Sultra bila merujuk pada perjanjian.

“Seharusnya masjid itu dianggarkan oleh pihak ketiga, tetapi permulaannya kami bantu dengan APBD, dan setelah itu tidak ada lagi. Kenyataannya semua dibiayai oleh APBD,” bebernya.

”Jadi, saya pribadi tidak setuju pembangunan masjid tersebut dialokasikan lagi APBD 2018. Pembangunan masjid Al-Alam tidak adalagi. Titik,” tutupnya. (m2/iis)

To Top