Headline

Digoyang Isu Pembangkangan, PAN Yakin Tetap Solid

KENDARI, BKK – Di tengah menghadapi persaingan dalam pertarungan pilgub Sultra, kubu Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra digoyang dengan isu pembangkangan sejumlah kepala daerah kader PAN.

Berdasarkan isu yang beredar di kalangan politisi, sejumlah kepala daerah yang juga Ketua DPD PAN tidak mendukung paslon usungan PAN Sultra Asrun-Hugua.

Rupanya isu-isu ini sudah sampai ke telinga pengurus DPW PAN Sultra.

Hal itu diakui Wakil Ketua DPW PAN Sultra Suwandi. Kendati demikian, dirinya yakin kepala daerah asal PAN itu tidak akan membelot ke calon.

“Saya sudah dengar isu itu (bupati kader PAN tidak mendukung Asrun-Hugua, red) tapi saya yakin mereka tetap solid mendukung Asrun-Hugua,” ujar Suwandi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/1).

Menurut Suwandi, jika ada kader yang mendukung pasangan lain maka dipastikan akan mendapatkan sanksi tegas dari partai.

Suwandi juga menyinggung adanya rekomendasi B1-KWK Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sudah didapatkan pasangan Asrun-Hugua, namun pada kahirnya dibatalkan tanpa diberitahukan alasannya.

Meski begitu, sebut Suwandi, para kader PPP masih menjalin komunikasi dengan tim Asrun-Huguan. Bahkan, para kader DPW PPP Sultra itu berkomitmen memenangkan pasangan dengan taglain Berkah tersebut.

Hal serupa juga terjadi pada beberapa kader DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sultra. Kader PKB, aku dia, tetap berkomitmen bekerja untuk Asrun-Hugua.

“Kader PPP masih tetap menjalin komunikasi dengan kita, PKB juga begitu,” pungkasnya.

Untuk diketahui,pasangan Asrun-Hugua diusung PAN, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Total kursi 26 atau setara dengan 58 persen dari kursi DPRD Sultra.Asrun-Hugua merupakan

Saat hari H Pilgub Sultra, setidak ada empat bupati kader PAN yang masih aktif, yakni Bupati Wakatobi Arhawi, Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada, Bupati Bombana Tafdil, dan Plt Bupati Buton La Bakry.

Siapa di antara empat kepala daerah tersebut yang berpotensi melakukan pembangkangan? Lihat perkembangan menjelang pilgub.

Dari isu yang beredar saat ini di kalangan politisi, ada alasan kuat yang membuat mereka tidak mendukung.

Pertama, PDIP diduga sengaja mendompleng di kekuatan PAN yang pada akhirnya memainkan kasus hukum yang pernah mencuat di Kota Kendari untuk merebut posisi gubernur.

“Ini kan berarti sama saja kita memperjuangkan kader parpol lain kelak untuk menjadi gubernur,” kata salah seorang sumber BKK yang tak mau disebutkan namanya.

Alasan kedua, terkait isu dinasti. Kelompok ini berpandangan bahwa walaupun PAN yang menang, tapi posisi kekuasaan tidak menguntungkan bagi kader PAN lain yang saat menduduki jabatan kepala daerah di kabupaten/kota.

“Okelah kita merebut posisi gubernur misalnya. Tapi setelah itu kader PAN daerah kesulitan untuk ikut mengambil bagian pada perhelatan politik berikutnya. Karena kemungkinan ADP akan menjadi calon gubernur berikutnya,” kata salah seorang Ketua DPD PAN dalam perbincangan dengan jurnalis BKK. (man/lex)

To Top