Lingkar Sultra

Tim Penertiban Terminal Bayangan Segera Bekerja

RAHA, BKK- Pemerintah Kabupaten Muna telah membantuk Tim Penertiban Terminal Bayangan pada Rabu (10/1). Tim ini akan segera bekerja untuk menertibkan sejumlah lokasi yang ditengarai menjadi aktivitas sopir angkutan ilegal.

Kepala Seksi Lalulintas Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Muna, LM Nasrun mengatakan tim tersebut dibentuk sebagai tindak lanjut atas tuntutan para sopir angkot yang menggelar aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Penertiban itu juga diharapkan bisa menjadi awal yang baik untuk memusatkan aktivitas angkutan kota di Terminal Butung-butung, Kecamatan Katobu. “Dengan memusatkan terminal angkot di satu tempat, yaitu di Kelurahan Butungbutung, maka semua mobil baik plat hitam dan kuning, akan mudah kita awasi,” katanya Kamis (11/1).

Dia juga mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait seperti Polres Muna, Kodim 1416/Muna serta Satpol PP untuk menertibkan mobil angkot yang selama ini beroperasi di sejumlah terminal bayangan dalam Raha. Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih menyusun jadwal serta menentukan personil-personil, hingga pembenahan Terminal Butungbutung. “Termasuk rambu-rambu pemberitahuan, kita siapkan,” tambahnya.

Terkait keluhan sopir plat hitam yang terkendala dalam pengurusan trayek Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) karena tidak miliki BPKB, kata LM Nasrun, itu sudah syarat mutlak. “Memang sebagian para sopir itu tidak memiliki BPKB karena rata-rata mobil yang mereka gunakan merupakan mobil leasing. Tapi kita tidak mau tahu urusan itu, yang jelas semua sopir angkot yang beroperasi di Muna harus memiliki izin trayek,” ujar pria berbadan tegap ini.

Katanya, jika nanti ditemukan ada kendaraan yang beroperasi tanpa izin trayek dari pihak terkait, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang ada. ”Kita akan kenakan denda mereka dan melakukan penyitaan kendaraan. Karena apa yang mereka lakukan itu adalah tindakan ilegal,” pungkasnya. (r1/aha)

To Top