Polda Amankan Dua Truk Pemuat Kayu Ilegal – Berita Kota Kendari Online
Kasuistika

Polda Amankan Dua Truk Pemuat Kayu Ilegal

Salah satu truk bermuatan kayu ilegal yang diamankan Polda Sultra. (FOT:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan dua truk bermuatan ratusan batang kayu ilegal.

Kedua truk tersebut diamankan pada dua tempat berbeda. Satu di Desa Kota Maju Kecamatan Oheo Kabupaten Konut, Selasa (9/1) sekira pukul 14.00 Wita.

Sedang satunya diamankan di Jalan Poros Palangga Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Rabu (10/1) sekira pukul 02.00 Wita.

Demikian dikatakan Kepala Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Erfianto SIK, Kamis (11/1).

Diuraikan, penangkapan truk tersebut bermula dari pihaknya yang sedang melakukan patroli. Tiba-tiba melihat sebuah truk di pinggir jalan Desa Kota Maju.

Pihaknya langsung menghampiri truk beroda enam tersebut. Ternyata sedang memuat kayu olahan.

“Anggota langsung menanyakan dokumen sah terhadap sopir bernama Risman, namun tidak bisa menunjukan kelengkapan dokumen,” terang Didik.

Dari pengakuan sopir, tambah dia, kayu tersebut diketahui milik pria bernama Udin Chino. Kayu berjumlah 170 batang tersebut diambil dari kawasan hutan Desa Laronaha Kecamatan Oheo.

Kini, sopir dan dan pemilik kayu sedang dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Udin, beber Didik, sudah cukup lama menjalankan bisnis kayu ilegal, yakni sejak 2015.

Kayu jenis rimba camburan ini rencananya akan dibawa ke Sidrap Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sementara, truk yang ditangkap di Konsel melibatkan oknum anggota TNI berpangkat sersan dua (serda) berinisial Si, yang bertugas di Komando Rayon Militer (Koramil) Landono.

Serda Si merupakan pemilik kayu, sedang sopirnya bernama Rudi. Kini oknum tersebut sudah diserahkan ke kesatuannya untuk diproses, sedang sopirnya yang merupakan sipil diproses kepolisian.

Didik menyebut truk ini memuat 300 batang batang kayu, yang diolah dari kawasan hutan Asole Kecamatan Palangga. Menurut pengakuan sopir, kayu tersebut akan dibawa ke Ranomeeto.

“Jadi, total jumlah kayu yang kita amankan dari dua teruk tersebut sebanyak 470 batang. Semuanya kayu jenis rimba campuran,” kata perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Lebih lanjut, Didik mengatakan, ketiganya dijerat Pasal 89 ayat (1) huruf a, b, c dan atau pasal 87 ayat (1) huruf a, b, c Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan jo padal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengandung ancaman pidana minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (man/iis)

To Top