Pendidikan

Dituding Lakukan Penggelapan Uang dan Pemukulan, Dekan Teknik UMK: Itu Fitnah

KENDARI, BKK – Dituding melakukan penggelapan dan pemukulan oleh mahasiswanya sendiri, membuat Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Moch Asiddieq merasa terganggu dan mengaggap dirinya difitnah.

“Semua tudingan yang dialamatkan ke saya itu semua fitnah dan itu sudah mencoreng nama baik saya,” ujar Moch Asiddieq, Rabu (10/1).

Terkait tudingan mahasiswa tersebut yang disuarakan melalui aksi demo Senin lalu, menurut Asiddieq, sangat tidak mendasar.

Ia menguraikan, terkait uang mahasiswa jurusan arsitek UMK yang dituduh ia gelapkan itu jelas-jelas telah digunakan untuk keperluan Studi Kerja Lapangan (SKL) mahasiswa yang berlangsung Oktober 2017.

Diakuinya, dana sebesar Rp 18,8 juta tersebut memang terlebih dahulu masuk ke rekening fakultas lalu kemudian didistribusi atau ditransfer ke rekening program studi yang menaungi mahasiswa yang menggelar SKL tersebut.

“Saya masih menyimpan bukti transfer ke prodi sebesar Rp 16,3 juta itu saya transfer 5 Oktober 2017. Lebihnya itu yang Rp 2,5 juta dipakai untuk uang saku dosen pendamping mahasiswa peserta SKL di lapangan,” urainya sembari memperlihatkan bukti transferan yang dimaksud.

Terkait tudingan pemukulan, ia juga menganggapnya hanya fitnah.

Diungkapkannya, 2017 lalu ia memang pernah satu kali menginjak kaki salah satu mahasiswa yang dianggapnya keras kepala. Namun, hal itu menurutnya, bukanah pemukulan tapi hanya peringatan karena mahasiswa bersangkutan tak mau mendengar nasehatnya.

“Jadi mahasiswa yang dimaksud itu adalah mahasiswa bimbingan saya yang rambutnya gonrong, kemudian sering pakai celana sobek-sobek dan pakai sendal di kampus. Makanya, sering saya ingatkan supaya lebih rapi tapi dia kesannya tak mendengarkan saya, sehingga saya pernah sempat satu kali injak kakinya,” jelasnya.

Munculnya persoalan tersebut, akunya, pihak kampus telah menyelesaikannya secara internal melalui rapat yang dihadiri langsung Rektor UMK. Dalam rapat itu pun, menurutnya, sudah jelas di mana tuduhan yang dialamatkan kepadanya tersebut dianggap tidak benar dan tanpa bukti.

Kendati telah diselesaikan pihak kampus, Asiddieq masih menunggu pemintaan maaf secara terbuka melalui media oleh mahasiswa yang menudingnya itu. Bila permintaan maaf itu tidak dilakukan, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan mahasiswa bersangkutan atas dugaan pencemaran nama baik.

“Tudingan ini telah mencederai nama baik dan keluarga saya dan saya sudah konsultasi ke pihak hukum. Saya tunggu satu sampai dua hari ke depan, jika mahasiswa bersangkutan tidak melakukan permintaan maaf secara terbuka di media maka saya terpaksa menempuh jaur hukum,” tegasnya. (nur)

To Top