Bisnis & Ekonomi

DAMPAK PERTAMBANGAN Petani Rumput Laut Minta Pemerintah Mediasi Tuntutannya

WAKIL Bupati Konawe Selatan, Arsalim saat menerima perwakilan masyarakat petani rumput laut di ruang kerjanya, Rabu (10/1). Para petani mengeluhkan dampak aktifitas tambang PT Baula Petra Buana yang berdampak pada menurunnya produksi rumput laut.

ANDOOLO, BKK – Ratusan masyarakat yang merupakan petani rumput laut dari Desa Akuni, Kecamatan Tinanggea, Rabu (10/1) kembali mendatangi Kantor Bupati Konawe Selatan. Tuntutan mereka tetap sama, yakni meminta pemerintah memediasi kerugian yang mereka alami kepada PT Baula Petra Buana.

Seperti diketahui, aktivitas PT Baula Petra Buana, salah satu perusaahan tambang yang bergerak di bidang pengangkutan dan pengapalan ore nikel, diduga berdampak langsung pada anjloknya produksi rumput laut di Desa Akuni.

Erwin Gayus, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sultra yang mendampingi warga menyebutkan, para petani rumput laut menuntut PT Baula Petra Buana mengganti kerugian yang mereka alami. Massa juga meminta agar Pemkab Konsel mengeluarkan surat rekomendasi pemberhentian izin operasi perusahaan tersebut sebelum masalah diselesaikan.

Wakil Bupati Konsel, Arsalim Arifin yang menemui para pengunjuk rasa berjanji pemerintah akan segera menangani tuntutan para petani rumput laut itu. Namun dia meminta masyarakat tetap tenang dan jangan bertindak yang bisa merugikan.

“Dalam waktu secepatnya, pemerintah akan memediasi perseolan ini. Hanya saya minta tolong, jangan anarkis,” harapnya.

Arsalim juga mengatakan, sebelumnya sudah ada proses pemberian ganti rugi oleh pihak perusahaan. Namun ganti rugi itu berjalan tidak sesuai yang diharapkan lantaran ada pihak yang tidak mendapatkan apa-apa.

Mmasyarakat inilah yang tidak dapat waktu itu, yang menuntut sekarang ini. Namun akan kita bicarakan sesuai data yang lengkap dan jelas. Jangan sampai ini sudah digantirugikan, tiba-tiba muncul lagi masyarakat mengaku terkena dampak,” ujarnya. (cr13/aha)

To Top