Diduga Terlibat Politik Praktis, 6 ASN Baubau Dipanggil Panwaslu – Berita Kota Kendari Online
Suksesi

Diduga Terlibat Politik Praktis, 6 ASN Baubau Dipanggil Panwaslu

BAUBAU, BKK – Sebanyak enam Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Baubau menyusul dipanggil Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat, Selasa (26/12). Keenamnya dimintai klarifikasi terkait dugaan pelanggaran asas netralitas dan kode perilaku, berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada 2018.

Enam ASN yang diperiksa Panwaslu semuanya menduduki jabatan penting di pemerintahan Kota Baubau yang terdiri kepala dinas perhubungan Roni Muktar, kepala badan pengelolaan keuangan aset dan pendapatan daerah Abdul Fatar, kepala dinas ketahanan pangan La Ode Sarafa, kepala dinas sosial La Ode Zulkifli, pelaksana kepala dinas kelautan dan perikanan Sadidi, dan kepala sub bagian protokoler sekretariat daerah Irsyad Cahyadin.

Sebelumnya, Panwaslu Baubau sudah mengirim 17 nama ASN ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk dimintai rekomendasi. Sedangkan yang enam ASN ini juga masih dalam satu tempat yang sama dengan beberapa ASN sebelumnya yang ikut diperiksa, yakni hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Bukit Wolio Indah yang dilaksanakan salah satu Bakal Calon Wali Kota Baubau.

Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Baubau, Wa Ode Frida Vivi Oktavia ketika diwawancarai mengatakan, mereka diduga melanggar pasal 2 huruf f dan pasal 34 undang-undang nomor 5 tentang netralitas ASN. Kata dia, tak ada yang salah dengan acara Maulid Nabi, namun dalam pelaksanaannya dilakukan di posko pemenangan salah satu Bakal Calon Wali Kota Baubau.

“Di dalam gedung itu terdapat poster besar “Rumah Kita”, “Lanjutkan”, maka di situ kami menganggap menduga para ASN ini melanggar asas netralitas ASN,” tutur Vivi.

Namun, lanjutnya, Panwaslu tidak berwewenang memberi sanksi atas dugaan pelanggaran tersebut. Seperti apa hasilnya, nanti dari KASN yang menentukan.

“Konfirmasi terakhir, semua rekomendasi yang dikirim masih di KASN. Semua itu baru temuan dari Panwaslu, belum ada laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Baubau Roni Muktar ketika hendak dikonfirmasi saat keluar dari Kantor Panwaslu Baubau di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bukit Wolio Indah, Kecamatan Wolio, enggan berkomentar. Sedangkan kepala dinas sosial, La Ode Zulkifli mengaku tidak hadir dalam acara maulid Nabi Muhammad SAW itu.

“Saya saja tidak diundang, bagaimana saya mau datang,” katanya.

Zulkifli mengaku ia kaget tiba-tiba mendapatkan panggilan Panwaslu. Kepada Panwaslu, ia mengaku hanya menjawab sesuai fakta. Menurutnya, ada yang melihat mobilnya terparkir dalam acara tersebut, namun ia menegaskan, itu bukan mobilnya karena platnya berbeda.

“Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak ada di acara itu,” tuturnya.

Sampai saat ini, total ada 24 ASN yang sudah dimintai keterangan oleh Panwaslu Baubau terkait dugaan pelanggaran jelang Pilkada 2018 yang kejadiannya di beberapa tempat terpisah. (Cr7/nur)

To Top