Suksesi

Kampanye Hitam Mulai Marak di Medsos, Bawaslu Belum Bisa Bertindak

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Jelang pelaksanaan Pilkada 2018, Black Campaign (kampanye hitan) mulai marak di media sosial (mendsos). Sayangnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum bisa bertindak dan berbuat banyak sebelum adanya penetapan pasangan calon (paslon).

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu menjelaskan, tindakan kampanye hitam baik melalui medsos atau pun bukan merupakan salah satu bentuk pelanggaran pilkada dan juga kriminal. Sehingga, dengan belum adanya tindakan yang bisa diambil bawaslu, prosesnya bisa masuk ke rana hukum.

“Kalau kita, sesuai dengan aturan yang berlaku, mengambil tindakan atas oknum yang melakukan kampanye hitam baru boleh setelah adanya penetapan calon. Tetapi meski demikian, pelaku kampanye hitam telah dapat diproses pihak kepolisian,” jelas Hamiruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/12).

Saat ini, lanjut dia, pihaknya baru sebatas melakukan sosialisasi pencegahan pelanggaran pilkada, di mana salah satunya ialah tentang kampanye hitam. Ini penting untuk diketahui, agar dapat meminimalisir pelanggaran pilkada.

“Agenda kita saat ini, masih sebatas sosialisasi. Kalau untuk tindakan masih menunggu penetapan paslon,” pungkasnya.(Cr5/nur)

To Top