Kajari Muna Ancam Tersangkakan Saksi yang Sering Mangkir – Berita Kota Kendari Online
Lingkar Sultra

Kajari Muna Ancam Tersangkakan Saksi yang Sering Mangkir

FITRI AZHARI/BERITA KOTA KENDARI
AKSI mahasiswa dari PMII Muna di Kantor Kejari Muna, Senin (11/12), menuntut Kejari Muna segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi DAK Muna tahun 2015.

RAHA, BKK- Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Badrut Tamam rupanya sudah gerah dengan tindakan sejumlah saksi kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus Muna 2015 yang sering mangkir dari panggilan penyidik. Jika tidak mau koperatif, Kajari mengancam akan menaikkan status mereka dari saksi menjadi tersangka.

Kajari Muna menjelaskan, beberapa saksi, baik ASN maupun kontraktor sudah ada yang beberapa kali mangkir. diantaranya sudah ada yang mendapatkan surat panggilan yang ketiga.

“Para saksi ini kan sudah kita layangkan panggilan ketiga. Kalau pada panggilan ketiga juga tidak datang, akan kita tetapkan sebagai tersangka,” kata BT, sapaan akrab Badrut Tamam kepada wartawan di Kantor Kejari Muna, Senin (11/12).

Dia melanjutkan, pada Selasa hari ini, Kejari Muna menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yaitu Ratna Ningsih (mantan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Muna 2015) dan Nasrun Bulla (Mantan Kabid Perencanaan Bappeda Muna tahun 2015). Selanjutnya Rabu (12/12), Kejari Muna juga memanggil Ir Syahrir, mantan Kepala Bappeda Muna.

“Kami berharap para saksi yang sudah dipanggil agar hadir,” tekannya.

Kajari Muna juga menambahkan, selain perkara DAK 2015 senilai Rp 200 miliar, ada lima kasus dugaan korupsi lainnya yang juga sudah berstatus penyidikan yang dalam waktu dekat akan masuk ketahap penuntutan. Lima kasus itu masing-masing kasus dugaan korupsi PLTS di Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muna tahun 2015 dengan anggaran sekitar Rp 600 juta, kasus dugaan korupsi DD Kades Ngonsume tahun 2015, kasus dugaan korupsi di AKPER Muna terkait penggunaan dana langsung tahun 2015, kasus pengadaan mobil operasional KB di BKKBN Muna tahun 2015 dan kasus PLTU Lasunapa terkait pembayaran pembebasan lahan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan senilai Rp 1,2 miliar.

Di tengah penyidikan kasus DAK ini, puluhan orang mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muna menggelar aksi demo di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, Senin ( 11/12).
Dalam aksinya, para demontran menuntut Kejari segera menetapkan nama tersangka.

Kordinator Lapangan La Baano mengatakan, kasus tersebut sudah diproses hampir setahun, tetapi tak kunjung ada tersangkanya. “Ada apa dengan Kejari Muna sampai detik ini belum juga menetapkan siapa tersangkanya,” teriak La Bano dalam orasinya.

Namun pihak Kejari Muna enggan menanggapi tuntutan para demontran tersebut, karena aksi mahasiswa ini tidak ada izin dari pihak Polres Muna. “Demo tapi tidak miliki izin, ya sama dengan tidak ada demo, tidak perlu ditanggapi. Kalau mau menyampaikan aspirasinya, ya urus dulu izin dong,” kata BT. (r1/aha)

To Top