Headline

Diklaim Asrun, PPP: Tunggu Waktunya

KENDARI, BKK – Baliho terbaru pasangan Asrun – Hugua yang terpasang di sejumlah tempat dalam wilayah Kota Kendari terdapat logo sejumlah partai politik (parpol) tambahan.

Sebelumnya Asrun – Hugua sudah mengantongi surat rekomendasi resmi dari PAN, PDI Perjuangan, dan PKS.

Dalam baliho terbaru mereka, sudah memasang logo parpol Partai Gerindra, Partai Hanura, PPP, dan PKB.

Dengan pemasangan logo ini tentu mengasumsikan bahwa parpol yang terpasang di baliho tersebut sudah resmi mendukung Asrun – Hugua.

Ketua DPW PPP Sultra, Abdul rasyid Syawal yang dimintai komentarnya terkait pemasangan logo PPP di baliho Asrun – Hugua mengatakan, hingga saat ini belum ada surat keputusan (SK) dari DPP PPP terkait calon gubernur di Sultra.

Mengenai pemasangan logo, Asrun sebagai salah calon yang mendaftar di PPP dapat saja memasang logo di balihonya, seperti calon lain juga yang ikut memasangnya.

“Kan beliau (Asrun –red) mendaftar di PPP. Toh calon lain, Pak Masihu juga pasang. Jadi siapa saja calon yang mendaftar boleh pasang, asal dia pamit,” ujar Rasyid kepada jurnalis BKK, Minggu (3/12).

Pernyataan diplomatis juga dilontarkan Sekretaris DPW PPP Sultra, H Ikhsan Rifani SH. Walaupun dia lebih terbuka bahwa Surat Keputusan (SK) berformat B1-KWK untuk calon gubernur Sultra sudah diteken Ketua Umumnya, Romahurmuzy dan Sekjend, Arsul Sani.

Namun Ikhsan tak mau menyebutkan nama paslon dalam SK tersebut dengan alasan alasan tidak etis disebut sebelum diserahkan resmi.

“Biar nanti setelah diserahkan baru saya sampaikan,” elak Ikhsan Rivani, seperti dikutip lenterasultra.com.

Kata Ikhsan, penyerahan kemungkinan dilakukan Rabu (6/12) mendatang, setelah anggota DPRRI PPP dapil Sultra, Amirul Tamim, pulang dari kunjungan keluar daerah. “Harus ada beliau saat diserahkan. Calonnya juga sudah disampaikan,” kata Ikhsan.

Saat didesak soal siapa yang direkomendasikan, pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini bersikukuh menutupnya.

Alasanya soal etika organisasi. Apakah Asrun-Hugua? “Saya kira nanti semua terbuka, yang pasti tidak jauh-jauh dari dugaan orang selama ini,” katanya terkekeh.

Yang jelas, DPP PPP memutuskan kandidat yang diusung di Pilgub dengan berbagai variabel. Mulai dari mengikuti mekenisme pendaftaran, intents berkomunikasi baik dengan DPW PPP Sultra dan DPP PPP. Selain itu, punya nilai elektoral yang tinggi.

“Saya masih di Jakarta dinda, menunggu proses penyerahan SK kepada calon dari PPP. Insya Allah Rabu diserahkan, kalau pun harinya bergeser, SK-nya sudah tak akan berubah lagi karena sudah diteken Ketum dan Sekjend. Saya juga sudah tahu nama calonnya, tapi biarlah kami buka saat diserahkan,” tukasnya.

Sekedar diketahui, saat PPP membuka pendaftaran calon gubernur Sultra beberapa waktu lalu setidaknya ada 8 kandidat yang mengajukan lamaran. Seiring berjalannya waktu, dan kandidat sudah mengerucut, maka hanya ada tiga nama kini yang paling mungkin diusung PPP yakni Ali Mazi, Rusda dan Asrun.

Melihat kondisi terkininya, hanya Asrun yang dikabarkan sangat intens berkomunikasi dengan partai yang punya 2 kursi di DPRD Sultra ini. Sedangkan Ali Mazi, sudah merasa nyaman dengan dua parpol, Golkar dan Nasdem yang secara matematis sudah cukup baginya ke KPU.

Sedangkan Rusda Mahmud belakangan santer dikabarkan lebih condong memilih Hanura dan atau Gerindra sebagai pelengkap koalisi Partai Demokrat yang sudah lebih awal mendukunga pasangan Sjafei Kahar ini. Jika Hanura bergabung, maka jumlah minimal kursinya tercukupi.(man/lex)

To Top