Headline

AMAN yang Terus Digoyang, Tetap Optimis

KENDARI, BKK – Pasangan Ali Mazi – Lukman Abunawas (AMAN) terus mengalami goyangan. Ironisnya, goyangan itu justru datang dari parpol yang akan mengusungnya, Partai Golkar.

Setelah sebelumnya, Ali Mazi yang menjadi sasaran goyangan Ketua DPD Golkar Sultra, Ridwan Bae bersama jajaran DPD kabupaten/kota se-Sultra, kini giliran wakilnya Lukman Abunawas yang ‘dikili-kili’.

“Secara prinsip kami tidak lagi mempersoalkan Ali Mazi, saya utamanya. Tetapi seluruh DPD II Sultra masih mempersoalkan mekanisme wakil. Dia (Ali Mazi, red) melahirkan wakil dengan kesendiriannya tanpa melibatkan DPD I dan DPD II,” ujar Ketua Golkar Sultra Ridwan Bae di kantor Golkar Sultra, Minggu (3/12).

Persoalannya, sebut dia, Ali Mazi bukan kader Golkar. Dan, Lukman juga bukan kader Golkar yang sempurna.

Buktinya, beber Ridwan, saat Lukman menjadi Ketua Golkar Konawe, kursi partai berlambang beringin di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe malah menurun. Padalah tempo itu, Lukman juga sebagai Bupati Konawe.

“Sebelum Lukman jadi ketua, Golkar sudah 11 kuris di sana (Konawe). Namun, begitu dia jadi ketua Golkar Konawe, justru kita dapat tinggal tiga kursi. Padah dia adalah bupati di sana,” katanya.

Ridwan menganggap, dukungan terhadap Lukman tidak menguntungkan untuk Golkar Sultra.

Lebih parahnya, Lukman dinilai tidak konsisten. Sebab, setelah Lukman berhenti menjadi Ketua Golkar Konawe maka kembali aktif sebagai pegawai negeri sipil (PNS), dia menjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra.

“Itu yang dipersoalkan. Di sisi lain, DPP (dewan pimpinan pusat) meminta agar mengirim tiga nama wakil Ali Mazi.

Tapi ternyata Ali Mazi tidak melakukan komunikasi, langsung menunjuk Lukman sebagai wakilnya. Ini masih diprotes keras oleh DPD II se-Sultra,” tandasnya.

Ridwan mengungkapkan, DPD II tetap bertahan tidak mau mendukung Ali Mazi, bila tidak dibicarakan kembali persoalan wakil tersebut.

Berkaitan dengan itu, Golkar menyodorkan tiga nama untuk dipilih Ali Mazi sebagai wakilnya. Yaitu Dewiyanti Tamburaka, Imam Algazaly, dan Basri. Keputusan ini lahir dalam rapat pleno yang digelar di Kantor DPD Golkar Sultra, Minggu (3/12).

“Ali Mazi tinggal memilih tiga nama tersebut. Dan itu riil, ingat ini bukan keinginan saya, tapi keinginan DPD II dalam rapat tadi,” beber Ridwan.

Bahkan, sambung dia, dalam waktu dekat Ketua Harian Golkar Nurdina Halid akan datang ke Sultra untuk mempertemukan DPD I, DPD II, dan Ali Mazi.

“Yang namanya Ali Mazi bukan orang Golkar, dia orang Nasdem. Yang namanya Lukman juga bukan orang Golkar, dia PNS. Bahkan, pernah mengecewakan Golkar,” tuturnya.

Ridwan menegaskan, meski akan ada Ketum Baru Golkar, dirinya yakin tidak akan mempengaruhi rekomendasi dukungan yang sudah ada.

“Sultra andai kata saya yang maju, baru mereka paksa tetapkan Ali Mazi, pasti ada perubahan. Tetapi saya sudah mundur (dari pencalonan gubernur),” terangnya.

Ridwan bilang, hanya masalahnya Ali Mazi melahir wakil tidak melibatkan DPD I Golkar Sultra. Sehingga, wakil yang dilahirkan masih belum bisa diterima DPD I dan DPD II Golkar.

“Mereka (semua Ketua DPD II Golkar se-Sultra) menerima Ali Mazi bukan karena respek dengan Ali Mazi, tetapi mereka tetap taat pada keputusan DPP. Hanya DPP berlu diingatkan, bahwa wakil Ali Mazi bukan orang Golkar. Itu kira-kira yang diprotes DPD II se-Sultra,” pungkas Ridwan yang juga Anggota DPR RI.

Tetap Optimis Bagaimana tanggapan pihak Ali Mazi – Lukman menghadapi goyangan ini? Lukman Abunawas optimis bahwa DPP Partai Golkar tetap mengeluarkan surat keutusan (SK) atas Ali Mazi dan dirinya untuk menjadi paslon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung Partai Golkar.

Menurutnya, walaupun terjadi pergantian Ketua Umum Golkar, tidak akan ada perubahan terhadap dukungan paslon cagub di daerah seperti dilontarkan Plt Ketua Idrus Marham.

“Tidak akan berubah. Saya optimis,” ujar Lukman.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan AMAN, Abidin Ramli SH menegaskan, keputusan pasangan Ali Mazi – Lukman sudah tak bisa berubah lagi, sudah final.

“Pasangan Ali Mazi – Lukman Abunawas sudah final tak perlu lagi dibahas,” kata Abidin.

Mengenai nama-nama yang didorong nama-nama yang didorong Golkar Sultra untuk menggantikan Lukman, menurut Abidin Ramli sah-sah saja, hanya saja harus mempertimbangkan berbagai hal.

Abidin menyebut pertimbangannya misalnya dari figurnya, kapasitas, dan kapabilitasnya.

“Kami lihat dari tiga nama yang disebut belum memenuhi syarat. Banyak faktor yang menjadi variabel. Tapi, yang pasti bahwa Pak Lukman tak mungkin bergeser lagi,” tegasnya.

Apakah pengusulan mengganti wakil mempengaruhi kinerja tim? Abidin menyatakan, tim tidak terpengaruh atas wacana tersebut. Bahkan saat ini tim hanya fokus bagaimana mensosilisasikan pasangan AMAN ke seluruh daerah.

Menurutnya, berganti posisi Ketua Umum DPP Golkar sekalipun tak akan mempengaruhi dukungan Golkar kepada AMAN.

“Bahkan memperkuat posisi Ali Mazi dan Lukman Abunawas,” katanya. (man/lex)

To Top