Beranda

Pengidap HIV dan AIDS di Sultra Capai 987 Orang

M Yusuf Hamra (Yusril/BKK)

KENDARI, BKK – Jumlah pengidap human immunodeficiecy virus (HIV) dan acquiered immune deficiency syndrome (AIDS) di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus meningkat setiap tahunnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas M Yusuf Hamra mengungkapkan, pengidap HIV dan AIDS di Sultra mencapai 987 kasus. Angka itu berdasarkan data akumulasi dari tahun 2004 hingga 2017.

Berdasarkan jumlah tersebut, rinci dia, terdiri dari 420 orang dalam status HIV dan 567 lainnya telah menjadi AIDS.

Yusuf membeberkan, sepanjang 2017 ditemukan 125 orang positif baru. 80 orang berstatus HIV dan 45 telah menjadi AIDS.

Berdasarkan data pelayanan yang masuk ke RSUP Bahteramas, penderita HIV dan AIDS sejak 2005 hingga 2017, mencapai 328 orang.

“Sementara yang aktif melakukan pemeriksaan hingga saat ini sebanyak 95 orang. Dari data tersebut, sudah 150 orang telah meninggal dunia,” kata Yusuf dalam acara peringatan Hari HIV dan AIDS se-Dunia, Senin (27/11) Menurut dia, masalah ini menjadi perhatian bagi seluruh pihak. Bukan hanya dinas kesehatan, melainkan stakeholder, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) penggiat HIV dan AIDS, lembaga vertikal, pemerhati kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat Sultra.

“Penderita HIV dan AIDS di Sultra makin lama makin meningkat, karena ini terkait kemajuan ekonomi. Sebab, semakin maju ekonomi kita maka penyakit HIV dan AIDS akan meningkat,” tuturnya.

Yusuf menyebut, perkembangan ekonomi itu mengakibatkan banyaknya pekerja seks komersial (PSK), narkoba, jarum suntik, dan lainnya.

”Jadi kita harus bersama-sama melakukan pencegahan, untuk menyosialisasikan kepada masyarakat Sultra, khusunya kepada pekerja seks bebas, pengguna narkoba dan jarum suntik,” imbuhnya.

Yusuf menambahkan, penyebaran pengidap HIV dan AIDS hampir di seluruh kabupaten dan kota di Sultra.

“Untuk korban masih didominasi kalangan masyarakat produktif, disusul remaja dan ibu rumah tangga,” sebutnya.

Yusuf berharap, penderita penyakit HIV dan AIDS ini agar dapat ditangani lebih baik lagi, karena itu merupakan penyakit yang mengambil beban ekonomi yang besar. Sebab, penderita yang tadinya menjadi tulang punggung keluarga menjadi tidak mampu bekerja. (m2/man)

To Top