Razia THM di Kendari, Lima Pengunjung Spazio Ditemukan Positif – Berita Kota Kendari Online
Beranda

Razia THM di Kendari, Lima Pengunjung Spazio Ditemukan Positif

Pengambilan urine terhadap pengunjung salah satu THM di Kota Kendari. (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Untuk menekan tingkat peredaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza), aparat gabungan melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan malam (THM), Sabtu (25/11) malam.

Petugas gabungan yang terdiri dari Direktorat Resres Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Narkotikan Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, dan TNI, menyisir sejumlah THM sambil melakukan tes urine kepada sujumlah pengunjung.

Malam itu, di Spazio Kendari sedang menggelar acara konser, menghadirkan grup band asal ibu kota.

Petugas gabungan yang tiba di dalam ruang diskotik, langsung meminta untuk menghentikan sejenak aktivitas hiburan. Lalu, meminta para pengunjung untuk bersedia diambil urinenya oleh petugas BNNP Sultra.

Tes urine berjalan, petugas melakukan pemeriksaan kepada para pengunjung. Beruntung, tak ada seorang pun yang kedapatan membawa napza.

Lima pengunjung yang dinyatakan positif dalam tes urine, langsung digelandang petugas. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di BNNP Sultra.

“Kegiatan ini sebuah langkah untuk mencegah peredaran gelap narkoba di Sultra, khususnya Kota Kendari,” ujar Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Satria Adhi Permana.

Kerena, menurut dia, THM sangat rentan dengan peredaran barang haram. Sehingga, razia kali ini sengaja menyasar THM.

Adhi menambahkan, razia sangat penting dilakukan. Sebab, kejahatan narkoba semakin tinggi.

“Kali ini kita laksanakan di THM, tapi tidak menutup kemungkinan kita akan razia di hotel dan kos-kosan,” kata perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini.

Masih kata Adhi, para pengunjung yang dinyatakan postif akan dilakukan pendalaman dan pengembangan di BNNP Sultra.

Ini, sambung dia, untuk memastikan apakah mereka berkait dengan jaringan pengedar atau kurir.

“Kalau mereka hanya sebagai pengguna, kemungkinan hanya akan direhabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan napza,” pungkas Adhi. (man/iis)

To Top