Pers Ikut Bertanggungjawab Mencerdaskan Bangsa – Berita Kota Kendari Online
Aktualita

Pers Ikut Bertanggungjawab Mencerdaskan Bangsa

Pimred BKK, Jumwal Shaleh (tengah batik hijau) berfoto bersama dengan panitia dan pelatihan jurnalistik bersama IAIN Kendari

KENDARI, BKK – Pemimpin Redaksi Harian Berita Kota Kendari (Pemred BKK), Jumwal Shaleh menyatakan, pers atau media memegang peranan penting dan ikut bertanggungjawab dalam mencerdaskan bangsa.

Jumwal Shaleh menyatakan hal itu ketika menjadi nara sumber pada pelatihan jurnalistik dasar (Diklatsar) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, berlangsung di aula mini Perpustakaan IAIN Kendari, Sabtu (25/11) pagi.

“Salah satu fungsi pers adalah sebagai media pendidikan. Melalui fungsi inilah pers bertanggungjawab untuk menyiarkan berkenaan dengan dunia pendidikan dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” Jumwal Shaleh yang biasa disaapa Alex.

Dia mencontohkan, beberapa kegiatan pers dalam fungsi media pendidikan, yakni memberitakan program-program sektor pendidikan dari pemerintah dan proses pembelajaran di sekolah-sekolah.

“Media juga mengadvokasi terkait dunia pendidikan. Misalnya bagaimana mengawasi Pemda agar mengalokasikan dana sektor pendidikan minimal 20 persen dalam APBD-nya. Sebab, jika tidak memenuhi artinya melanggar undang-undang,” tegasnya.

Mantan Ketua AJI Kendari ini juga menguraikan, pers memberitakan memberitakan peristiwa terkait dunia pendidikan, misalnya kekerasan terhadap guru, atau sebaliknya kekerasan terhadap siswa. Hal ini diberitakan, katanya, berfungsi sebagai kontrol sosial, bahwa di lembaga pendidikan tidak semestinya terjadi hal-hal seperti itu.

Pada kesempatan itu, Jumwal juga menguraikan fungsi dan peran pers lainnya, yakni pers sebagai media informasi, media hiburan, kontrol sosial, penyaluran opini publik, dan sebagai lembaga ekonomi.

Menjawab pertanyaan dari peserta tentang independdensi pers saat ini, Jumwal tidak menampik bahwa saat ini sorotan terhadap independensi pers begitu tajam terhadap pers. Ini terjadi menurut dia, karena terjadinya konglomerasi di pers, dimana sejumlah pemilik media ikut terjun sebagai pimpinan parpol.

“Saat ini memang era kebebasan pers. Tapi menurut saya, kebebasannya sudah kebablasan. Olehnya itu, masyarakat perlu melakukan literasi terhadap media sehingga memilih dan memilah informasi yang dipublikasikan.

Bukan saja itu, Jumwal juga mengingatkan mahasiswa di tengah era digitalisasi saat ini, agar jangan sampai ikut terseret menyiarkan berita-berita hoax. Sehingga dia menyajikan lima langkah dalam mengidenitikasi mana berita hoax, dan berita yang benar, yakni, mewaspadai judul-judul yang provokatif, meneliti alamat situs web, membedakan fakta dengan opini, cermat membaca korelasi foto dan caption yang provokatif, dan ikut serta dalam dikusi di grup antia hoax.

Ketua UKM Pers IAIN Kendari Diklatsar, Firdha Prasetya menjelaskan, kegiatan pelatihan ini diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas sebagai upaya rekruitmen anggota UKM Pers.

Menurutnya, kegiatan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa tentang jurnalistik atau pers.(m1/c)

To Top