Kasuistika

Korupsi Alat Pakan Ternak di Dinas Peternakan Kendari Naik ke Penyidikan

KENDARI, BKK – Kasus dugaan korupsi pengadaan alat pakan ternak di Dinas Peternakan Kota Kendari pada 2016 telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Kita sudah tingkatkan ke penyidikan. Ada dugaan mark up dalam kasus ini,” ujar Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari Febrian, Jumat (24/11).

Ditambahkan, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi yang terkait dalam kasus tersebut. Kini, kata Febrian, pihaknya sedang menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Kalau sudah ada audit resmi kerugian negara dari BPKP, kita langsung lakukan gelar perkara penentuan tersangka,” terangnya.

Febrian menuturkan, pihaknya belum bisa merilis nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus ini. Sebab, masih harus menunggu audit kerugian negara.

Dalam kasus ini, beber dia, pihaknya menemukan adanya kejanggalan. Modusnya, alat yang diadakan tersebut dibeli tidak sesuai spek (spesifikasi teknis).

Kemudian, dibuatkan laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan alat yang seharusnya dibeli.

Febrian mengaku, untuk meningkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, sedikitnya sudah mengantongi dua alat bukti sah. Termasuk telah menghitung perkiraan kerugian negara.

“Kerugian negara sudah dapat kami taksir, itu berdasarkan bukti-bukti yang kami temukan. Kerugiannya kami taksi sekitar Rp 200 juta.

Lebih lanjut, Febrian mengatakan, proyek pengadaan alat pakan ternak di Dinas Peternakan Kota Kendari terjadi 2016, dengan anggaran sebanyak Rp 500 juta. (man/iis)

To Top