Hari Ini, Oknum Polisi Diperiksa sebagai Tersangka Illegal Logging – Berita Kota Kendari Online
Kasuistika

Hari Ini, Oknum Polisi Diperiksa sebagai Tersangka Illegal Logging

KENDARI, BKK – Hari ini, oknum polisi yang terlibat kasus dugaan illegal logging di Kabupaten Konawe akan diperiksa sebagai tersangka.

Yaitu Brigadir Polisi Kepala (Bripka) MY, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Tongauna pada Kepolisian Resor (Polres) Konawe.

“Besok (Kamis, red) MY akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Kepala Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Erfianto SIK, Rabu (22/11).

Dibeberkan, kasus dugaan penebangan liar ini menyeret dua tersangka, yakni Upi sebagai supir truk yang mengangkut kayu. Sementara, Bripka MY sebagai pemilik kayu.

Berkas perkara tahap satu Upi sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak kejaksaan. Rencananya, sambung Didik, pihaknya akan melimpahkan tersangka berikut barang bukti atau tahap II, pekan depan.

“Berkas tersangka sudah P-21, mungkin minggu depan kita sudah tahap II. Kita masih koordinasikan terus dengan pihak kejaksaan,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Didik membeberkan, berkas kedua tersangka displit atau dipisahkan. Karena, keduanya berbeda peran.

Diberitakan, peristiwa ini bermula dari tim Subdit IV Tipiter pada Ditreskrimsus Polda Sultra, mengamanakan satu truk bermuatan 131 batang kayu jenis rimba campuran, di Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe, Jumat (13/10).

Truk merah biru dengan nomor polisi DP 8619 PZ dikemudiakan pria bernama Upi warga Onembute Kabupaten Konawe.

Untuk mengelabui petugas, bak truk ditutup dengan menggunakan terpal. Hasil lacak balak, kayu tersebut ditebang di kawasan hutan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Upi, diketahui, kayu tersebut merupakan milik Brupka Yu. Upi mengaku baru satu kali memuat kayu.

Upi mendapat upah dari Bripka MY sebasar Rp 500 per meter kubik. Terhadap kayu yang rencananya akan dibawa ke Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel), Upi baru mendapat panjar Rp 2 juta dari Bripka Yu.

Tersangka dijerat Pasal 89 ayat (1) huruf a, b, c dan atau pasal 87 ayat (1) huruf a, b, c Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan jo padal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal tersebut mengandung ancaman pidana minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (man/iis)

To Top