Headline

Rusda – Sjafei Optimis Ada Parpol Bergabung PD

M Yusuf Yahya

KENDARI, BKK – Pasangan Bakal Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Rusda Mahmud-LM Sjafei Kahar telah mendapatkan dukungan Partai Demokrat.

Rusda-Sjafei diberikan dukungan dalam bentuk surat tugas mencari partai koalisi, agar memenuhi syarat dukungan bertarung dalam Pemilihan Gubernur Sultra 2018-2023.

Partai Demokrat yang memiliki enam kursi di Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Sultra, masih membutuhkan partai koalisi yang memiliki minimal tiga kursi.

“Insya Allah, pascakeluarnya surat tugas Demokrat, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada partai yang merapat,” ujar Ketua Tim Relawan Rusda-Sjafei, M Yusuf Yahya kepada Berita Kota Kendari (BKK) melalui telepon selulernya, Minggu (12/11).

Yusuf mengaku, kini Rusda-Sjafei terus membangun komunikasi politik dengan beberapa partai yakni Golkar dan Partai Persatuan Indonesia Perjuangan (PDIP), serta beberapa partai lain yang belum menentukan sikap.

“Alhamdulillah kita intens (komunikasi partai yang belum menentukan sikap), kami lagi pertajam komunikasi dengan Partai Golkar dan PDIP.

Yusuf yakin, pasangan berakronim RAISA itu akan segera memperoleh partai koalisi. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan ikhtiar dan doa.

“Kami yakin ada beberap parpol yang gabung. Tapi lagi-lagi, kami tidak etis untuk menyampaikan lebih awal, kita tidak mau mendahului kehendak tuhan,” katanya.

Masih kata Yusuf, dengan keluarnya surat tugas dari Partai Demokrat tepat di Hari Pahlawan, ini menambah sprit perjuangan.

Selain itu, Yusuf, menyayangkan pernyataan akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) Najib Husen pada salah satu media di Kendari.

Kala itu, Najib menyebut, bahwa Rusda-Sjafei sudah tertutup peluang untuk mendapatkan parpol.

“Pernyataan Najib Husen pada salah satu media sangat menggangu tim. Ini penting untuk memberikan pendidikan politik. Apa lagi pernyataan itu keluar dari mulut seorang akademisi,” katanya.

Sebelumnya, dalam surat tugas yang diserahkan Sekjen DPP PDP, Hinca Panjaitan ada enam poin yang ditekankan, diantaranya, memberikan surat tugas kepada pasangan Rusda-Sjafei untuk segera melaksanakan komunikasi politik dengan partai-partai politik sahabat agar segera terpenuhi persyaratan minimal 20 persen partai-partai politik, menjadi calon gubernur Sulawesi Tenggara periode 2018-2023.

Poin berikutnya, pasangan Rusda-Sjafei diminta untuk segera melaporkan hasil survei terkini dan koalisi partai politik yang sudah diperoleh kepada DPP Partai Demokrat, paling lama sampai dengan tanggal 30 November 2017.

Kemudian, dalam surat itu ditegaskan bahwa DPP Partai Demokrat memiliki wewenang untuk melakukan evaluasi dan mencabut surat tugas tersebut berdasarkan hasil laporan dan survei jika dirasa perlu.

Surat tugas ini berlaku sampai dengan setelah keluarnya surat rekomendasi pencalonan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur provinsi Sulawesi Tenggara periode 2018-2023 yang dikeluarkan oleh DPP Partai Demokrat sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Surat tugas ini diberikan untuk dilaksanakan penuh tanggung jawab dan sesuai etika politik Partai Demokrat dan peraturan perundang-undangan,” begitu kalimat penutup surat tugas tersebut.(man)

To Top