Headline

Menelusuri Gadis Bermata Biru di Pulau Siompu Waktu Kecil Sering Diejek, Kini Bangga

Ariska bersama Bapaknya La Dala, yang bermata biru asal Pulau Siompu. FOTO: AMAR/BKK

Terik matahari menyengat kulit, menusuk hingga kepori-pori. Di suatu kecamatan, di wilayah Kabupaten Buton Selatan (Busel) memiliki kekayaan alam yang begitu banyak. Siompu, Betulah masyarakat Sulawesi Tenggara menyebutnya.

Laporan : LM Asmar Iyan Saputra

SIOMPU, merupakan salah satu kecamatan yang terleletak di wilayah administrasi Buton Selatan, memiliki masyarakat yang ramah dan santun.

Keindahan pulau ini tak kalah saing dengan daerah lainnya. Bebatuan berdiri di atas lautan bening diwarnai hempasan gelombang menimbulkan keindahan yang luar biasa.

Sepintas tak ada yang beda seperti kecamatan pada umumnya, namun siapa sangka, di kecamatan ini tepatnya di Desa Waindabula, terdapat seorang warga dengan ciri fisik tubuh yang begitu unik. Matanya berbeda seperti mata masyarakat Indonesia kebanyakan.

Anak gadisnya berumur 17 tahun ini memiliki irisan bola mata berwarna biru.

Ariska Dala, itulah namanya. Ia merupakan putri keempat pasangan La Dala dan Wa Sanu. Sejak lahir ia telah memiliki mata yang unik itu.

Di Kecamatan Siompu, selain bapaknya, tak satupun mereka memiliki mata yang sama.

Menjejaki wanita ini, tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 40 menit perjalan laut menggunakan speed boat dari Pelabuhan Topa, Kota baubau, dan kemudian berkendara melewati tiga gunung dengan jarak tempuh sekitar 12 km.

Menemui wanita cantik berambut pirang ini cukup menguji adrenalin, melewati ombak yang begitu keras yang menepis kapal laut yang begitu kecil.

Ditemui di rumahnya, gadis bermata biru itu kemudian bercerita, matanya yang unik ini awalnya bukan menjadi kebanggaan baginya. Sejak kecil ia selalu diejek karena memiliki mata yang aneh dan berbeda dari masyarakat lain.

Ia bahkan dihina mata yang dimilikinya sama persis dengan mata kucing kebanyakan.

“Tidak ada tempat pengaduan saya ketika itu, semua hanya bisa ku ceritakan sama mama,” ungkapnya.

Ironisnya, bukan hanya itu, bahkan sewaktu SMP, karena memiliki mata unik ini, ia sempat dipulangkan gurunya dari sekolah. Kala itu, gurunya berpikir, anak yang umur ingusan ini menggunakan lensa mata ketika proses belajar mengajar. hingga akhirnya membuat Ariska enggan bersekolah.

“Itu sewaktu SMP di Kota Baubau, saya sempat berhenti sekolah selama sepekan. itu semua karena mata ini. Namun bapak saya kemudian mendatangi sekolah, hingga akhirnya saya memutuskan kembali belajar,” ungkapnya.

Anak Kepala Sekolah SD 2 Kaimbulawa ini mengaku, sebelumnya umurnya 12 tahun, ia selalu malu dalam bergaul. Ia selalu menutup diri dari aktifitas kehidupan di sekitarnya di dalam rumah kayu bertingkat dua yang merupakan rumah orangtuanya.

La Dala (52), ayah kandung Ariska meyakini mata biru yang dimilikinya dan anaknya itu merupakan turunan dari nenek moyangnya. Nenek moyangnya merupakan keturunan Portugis, bangsa Eropa. Ia mengaku masih keturunan ke enam cucu kelima dari salah seorang pemimpin portugis yang sempat datang di Pulau Siompu pada abad ke 17.

Kala itu Buton ini menjadi lokasi persinggahan pelaut bangsa asing. Sekitar tahun 1600an, bangsa Portugis datang di Pulau Siompu, kemudian pimpinannya yang bernama Piter menikahi gadis asal Buton, namanya Waindawula.

Waindawula ini merupakan cucu dari raja di Pulau Siompu yang menjabat pada tahun 1928.

“Katanya, ini memang kakek kami,” jelas pria bertubuh besar berambut putih itu.

La Dala mengaku, tak satupun saudaranya ataupun keluarganya yang bermata sama dengannya. Bahkan kedua orang tuannya pun memiliki bola mata hitam seperti masyarakat Indonesia biasanya.

Hal yang sama dengan Ariska, ayah kandung gadis bermata biru ini juga pernah diejek oleh teman sekolahnya. Tepat pada tahun 1984, ia selalu dipanggil sebagai Belanda hitam.

Kini, mata biru ini menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka, meski dulunya La Dala dan Ariska sempat diejek oleh temannya, namun saat ini kondisi tersebut berbalik 180 derajat. tidak sedikit masyarat menghampiri mereka untuk menjalin silahturahmi dan menjadikan mereka sebagai objek penelitian.

Bahkan ada beberapa orang mengaku menginginkan mata yang sama seperti mereka. **

To Top