Headline

Jadi Panwascam, Guru Sertifikasi Tak Boleh Terima Tunjangan

Hamiruddin Udu

KENDARI, BKK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sultra memperingatkan kepada guru-guru sertifikasi yang lolos dalam seleksi anggota Panwascam tidak boleh menerima tunjangan sertifikasinya.

“Sesuai ketentuan undang-undang, PNS bisa jadi penyelenggara tapi bagi yang menerima tunjangan sertifikasi dihimbau untuk hentikan karena ia sudah tanda tangani bersedia bekerja penuh waktu,” kata Hamiruddin kepada BKK melalui percakapan WhatsApp, Minggu (12/11).

Hamiruddin menegaskan, jika dia merangkap anggota Panwascam dan tetap menerima tunjangan sertifikasinya, dikuatirkan ia bermasalah hukum nantinya,” katanya.

“Karena uang dari panwas dan uang tunjangan sertifikasi sama-sama bersumber dari uang negara,” tegasnya.

Dia menjelaskan, seseorang yang mendaftar Panswascam harus bersedia bekerja penuh waktu, bukan paruh waktu saja. Sehingga jika bekerja penuh waktu, berarti dia harus kehilangan jam mengajarnya.

“Logikanya bagamana mungkin ia masih bisa terima tunjangan itu bila ia tidak jalankan tugas sebaga pengajar.

Karena ia sudah bekerja penuh waktu di Panwas. Syarat bekerja penuh waktu diterjemahkan ia bekerja 1x 24 jam dalam sehari semalam,” ujarnya.

Ketika ditanya siapa yang akan menghentikan, apakah pihak instansi terkait atau pribadi guru yang lolos Panwascam? Hamiruddin menghimbau guru tersebut segera berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga bisa memastikan dia menghentikan tunjangan sertifikasinya.

“Kami memberi kepercayaan kepada pihak yang bersangkutan dan pemda setempat untuk memastikan itu. Tidak berarti ia mesti mundur tapi, saya hanya takutkan bahwa yang bersangkutan bermasalah hukum,” ujarnya.(lex)

To Top