Headline

Tersangka Kasus DAK Diumumkan Pekan Depan

Bupati Muna LM Rusman Emba ST saat memberikan cendera mata kepada Kajati Sultra Azhari SH MH dalam kunjungan kerja di Raha, Kamis (9/11).

Bupati Butur Drs H Abu Hasan menandatangani dokumen pembentukan Kacab Jari di Butur bersama Kajari Muna Badrut Tamam SH MH disaksikan Kajati Sultra Azhari SH MH.
FITRI/BKK

RAHA, BKK – Setelah hampir setahun melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 di Kabupaten Muna senilai Rp 200 miliar, akhirnya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Azhari SH MH mengatakan pekan depan nama tersangkanya akan diumumkan.

Hal itu diungkapkannya Kajati, Azhari SH MH, saat melakukan kunjungan kerja di Kejari Muna Kamis (9/11).

“Tunggu pekan depan tersangka kasus dugaan korupsi DAK Muna akan kita tetapkan,” kata Azhari.

Ketika ditanya apakah para tersangkanya para oknum pejabat di Pemkab Muna, Kajati Sultra ini enggan bermomentar banyak hal itu.

“Tersangkanya pasti ada, kalau masalah apakah dari kalangan oknum penjabat ” kerah putih” tunggulah, nanti akan disampaikan,” katanya didampingi Kajari Muna Badrut Tamam SH MH, Ass Intel Kejati Dian Fritz Naile SH MH dan Ass Pidsus Mustaming SH MH.

Dia juga mengatakan, perkara ini bukannya lambat ditangani namun perlu kehatian hatian. “Menangani perkara korupsi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada tahapannya. Mengumpulkan alat bukti dulu pemeriksaan para tersangka. Kalau buru buru kita limpahkan di pengadilan, nanti katanya Kejaksaan buru buru.

Makanya saat kami limpahkan nanti sudah punya alat bukti yang cukup,” pungkasnya. Imbau Pemda Aktif

Rombongan Kajati Sultra Azhari SH MH tiba di Raha sekitar pukul 10.40 Wita menggunakan kapal viber.

Saat tiba di Pelabuhan Raha disambut Bupati Muna LM Rusman Emba ST, Bupati Butur Drs H Abu Hasan MPd, Kajari Muna Badrut Tamam SH MH, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga, Dandim 1416 Muna Letkol Ifn Idris Hasan, Ketua PN Raha Yasir SH MH, Sekda Muna Nurdin Pamone SH bersama sejumlah pejabat dari Muna dan Butur.

Rombongan Kajati disambut dengan tarian adat Muna. Setelah Kajati dan rombongan menuju Aula Galampano Rujab Bupati Muna sebagai lokasi acara.

Kepada Kajati, Bupati Muna LM Rusman Emba ST mengatakan sangat berterimakasih atas kunkernya di Muna.

“Kami sangat berterimakasih atas kunjungan Pak Kajati Sultra dan rombongan ke Muna. Kami disini banyak dibantu oleh Kejari Muna dalam hal pengawasan pembangunan dan pengelolaan keuangan,” kata Rusman sambutannya di hadapan Kajati Sultra dan rombongan.

Bahkan masalah PAD, katanya, Kajari Muna proaktif memberikan kontribusi untuk meningkatkan PAD di Muna.

“Tentunya kami juga manusia biasa, bisa saja ada kekeliruan atau ketidaktahuan dalam melakukan tugas tugas oleh para SKPD kami. Jadi mohon masukkan dan sarannya,” katanya.

Sementara itu Kajati Sultra Azhari SH MH memuji Kabupaten Muna adalah kota yang indah, nyaman dan aman.

Azhari menyatakannya, keunjungannya ke Raha terkait pengawasan pembangunan baik proyek proyek nasional, DD dan ADD.

Dia meminta Pemda Muna dan Pemda Buton Utara dapat berkordinasi langsung dengan Kejari Muna melalui TP4D, untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan DD dan ADD.

Kata Kajati Sultra ini tindakan represif penegak hukum bisa dilakukan jika terjadi kasus korupsi yang telah memiliki bukti yang cukup.

“Tujuan dibentuknya TP4D itu untuk menghilangkan keragu raguan dalam pengelolaan keuangan negara, hingga serapan anggaran bisa maksimal. Jangan sampai penegak hukumnya terlalu proaktif, sedikit dikit dipanggil untuk diperiksa ya,” kata Kajati Sultra ini disambut aplaus para undangan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut ditanda tangani pula dokumen pembentukan Kacab Kejari Buton Uatra antara Kejari Muna Badrut Tamam SH MH dan Bupati Butur Drs H Abu Hasan MPd.

Acara juga dirangkaikan dengan pemberian piagam penghargaan Pemkab Muna kepada Kejari Muna oleh Bupati Muna LM Rusman ST ke Kejari Muna atas keberhasilan Kejari Muna memenangkan gugatan tanah atas SDN 8 Katobu di MA RI.

Sayangnya acara ini diwarnai dengan padam listrik, hingga membuat acara sempat tertunda sekitar 20 menit. Atas kejadian ini Bupati Muna LM Rusman Emba langsung meminta maaf pada Kejati Sultra dan seluruh undangan yang hadir.(r1/lex)

To Top