Suksesi

Pengamat Sebut Poros Baru Sulit Lahir di Pilgub Sultra, Tim Rusda-Sjafei: Itu Keliru

Dr M Najib Husain

KENDARI, BKK – Pengamat Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Dr M Najib Husain menilai, kecil kemungkinan untuk terbentuknya poros baru sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara(Sultra). Alasannya, beberapa partai politik yang belum menentukan sikap akan lebih memilih untuk bergabung ke partai yang sudah mengusung dua calon pasangan yaitu Ali Mazi-Lukman Abunawas dan Asrun-Hugua.

Menurut Najib, kemungkinan besar Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra akan melahirkan dua pasangan calon dan akan terjadi Head To Head nanti antara pasangan Asrun-Hugua dan Alimazi-Lukman.

“Melihat pola permainan partai-partai politik yang ada di Sultra lebih banyak mencari figur yang dikenal oleh masyarakat dan punya kekuatan untuk menggalang partai-partai besar yang ada. Jadi akan sulit untuk menciptakan suatu poros baru,” kata Najib saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/11).

Poros yang lebih dulu mendeklarasikan diri adalah kader NasDem Ali Mazi berpasangan dengan Sekretaris Daerah Sultra Lukman Abunawas. Mantan Gubernur Sultra dan mantan Bupati Konawe itu direkomendasikan Partai Golkar yang memiliki 7 kursi dan NasDem 3 kursi.

Lalu, menyusul poros kedua telah dibangun oleh Ketua DPD PAN Kendari Asrun berpasangan dengan Ketua PDIP Sultra Hugua. Mantan Wali Kota Kendari dan Mantan Bupati Wakatobi itu direkomendasikan oleh PAN yang memiliki 9 kursi, PDIP 5 dan PKS 5 kursi.

Najib menuturkan, pertarungan pilgub nanti akan menarik karena kedua pasangan yang sudah mendapatkan rekomendasi partai mewakili geografis masing-masing. Seperti di kepulauan ada Ali Mazi dan Hugua selanjutnya di daratan ada Asrun dan Lukman.

“Jadi sangat menarik pertarungan ini yang masing-masing punya kekuatan dan kelebihan. Lalu bagaimana kemudian mesin politik bisa berjalan itu lebih penting,walaupun banyak partai kalau mesin politik tidak berjalan itu tidak ada gunanya. Lalu bagaimana kedekatan yang dibangun kepada masyarakat dengan menawarkan program-program menarik,”ucapnya.

Lanjut Najib,Untuk strategi yang dibangun para pasangan kandidat yaitu bukan hanya merangkul kekuatan di dunia nyata tetapi juga lebih aktif di dunia maya atau media sosial (Medsos). Hal ini dikarenakan, hampir seluruh masyarakat Sultra sudah mempunyai alat komunikasi yang berbasis internet.

Adapun partai politik (Parpol) yang belum menentukan sikap terang yakni Demokrat yang memiliki 6 kursi, Gerindra 4 kursi, Hanura 3 kursi, PPP dua kursi dan PKB kursi. Kemungkinan mereka masih menilai kandidat terkuat dari pasangan calon yang sudah diusung seperti Ali Mazi-Lukman dan Asrun-Hugua.

Sementara itu, Rusda Mahmud – Sjafei Kahar yang hingga kini belum mengantongi rekomendasi parpol masih optimis dapat ikut bertarung di Pilgub Sultra 2018. Pasangan ini terus menggencarkan lobi politik untuk mendapatkan dukungan dari lima parpol yang tersisa.

“Sebagian partai memang sudah mengeluarkan keputusan, tapi masih ada beberapa yang sampai saat ini belum menentukan sikap,” ujar Ukhy selaku juru bicara Rusda – Sjafei.

Menurut, Ukhy apa yang disampaikan pengamat itu pun keliru. Sebab partai yang tersisa saat ini masih bisa mengusung pasangan calon, sehingga terbentuknya poros baru kemungkinan besar akan terjadi dan itu adalah pasangan Rudsa – Sjafei.

Lebih lanjut Ukhy menjelaskan, karakteristik Rusda dalam berpolitik memang berbeda dengan figur lainnya. Menurutnya, mantan Bupati Kolaka Utara dua periode itu tidak suka mengklaim dan menciptakan persepsi bias.

“Saat semua sudah pasti barulah beliau mengumumkan tanpa harus melangkahi prosesi yang telah ditentukan oleh partai yang memiliki hak mutlak. Inilah contoh edukasi politik yang sehat dan bermartabat,” tutunya.

Saat ini pun, tambah Ukhy, pergerakan Rusda dalam mempersiapkan sistem dan struktur yang dikawal oleh tim pemenangan justeru sebagai bukti kesungguhannya untuk menghadapi pertarungan pilgub.

“Sekarang masyarakat silahkan pelajari dan simpulkan bagaimana pergerakan dan kesiapan sistem pendukung realisasi Sultra cepat,” tandasnya. (mk 4/mk 9/nur)

To Top