Pendidikan

569 Dosen Non PNS UHO Ikuti Ujian Kompetensi

Suasana tes wawancara dan tes Micro Teaching di Auditorium UHO. (Foto Sumardin/BKK)

KENDARI, BKK- Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme yang harus dimiliki seorang dosen, ujian kompetensi telah dilakukan terhadap dosen non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Universitas Halu Oleo (UHO).

Ketua panitia kegiatan uji kompetensi tersebut, Prof Weka Widayanti mengatakan, tercatat ada 569 yang mengikuti ujian dosen non PNS yang berasal dari 18 fakultas. Pelaksanaannya dilakukan selama dua hari dan telah berakhir, Kamis (9/11).

Ujian di hari pertama yakni Tes Potensi Akademik (TPA) dan pada hari kedua dilakukan tes Micro Teaching dan wawancara.

“Tujuan dari ujian dosen non PNS ini guna untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen non PNS. Tentunya seleksi ini sesuai dengan kebutuhan antara rasio jumlah mahasiswa dan kebutuhan dosen di masing-masing program studi yang berbeda-beda,” ujar Weka yang juga menjabat sebagi Wakil Rektor II UHO.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya terdapat sepuluh ruangan yang disiapkan untuk tes Computer Based Test (CBT) dengan memakai 6 Fakultas yakni Lab Fakultas Pertanian, Lab Fakultas Peternakan, Lab Fakultas Kedokteran, Lab FKIP, Lab Bahasa dan Lab Teknik.

Ia menuturkan, dengan adanya ujian dosen non PNS UHO semoga dosen yang lulus mempunyai kualitas yang sesuai dengan persyaratan seorang dosen. Paling utama mempunyai kemampuan akademik yang baik, serta cara mengajar dan dapat mentransfer ilmu pengetahuan dengan benar ke peserta didik.

“Dalam tes dosen non PNS ini juga terdapat tes wawancara, tes kepribadiannya sehingga akan menghasilkan calon dosen yang tidak hanya pintar melainkan tertanam nilai-nilai kejujuran, loyalitas dan kedisiplinan sehingga sadar akan tanggung jawabnya sebagai dosen,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya.

Dari jumlah peserta sebanyak 569 itu, yang akan diterima nantinya untuk menjadi dosen kontrak di UHO sebanyak 350 orang. Hal ini sesuai dengan kebutuhan rasio mahasiswa dan juga dosen, serta program studi mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.

Ia menambahkan, dengan rasio jumlah peserta yang mengikuti tes tersebut dan yang akan lulus nantinya akan berdampak pada naiknya intensive atau honor yang akan diterima dosen non PNS.

“Dengan adanya ujian dosen non PNS ini semoga akan tersaring dosen-dosen yang mempunyai persyaratan kompetensi, kualifikasi yang diharapkan sehingga berimbas kepada pemerataan dosen non PNS diberbagai program studi,” pungkasnya. (m1/nur)

To Top