Headline

19 Warga Sri Lanka Diamankan Imigrasi Baubau

Warga Sri langka saat hendak diperiksa di kantor Imigrasi Kota Baubau.

BAUBAU, BKK – Kantor Imigrasi Kelas III Baubau mengamankan 19 Warga Negara Asing (WNA) asal Sri Lanka yang sudah berada di Kota Baubau selama tiga hari. Mereka diamankan karena mengaku sebagai turis. Imigrasi baru mengetahui keberadaan mereka, Rabu malam (8/11) setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Kita lihat nda ada ciri-ciri turis dan mau jalan-jalan, makanya kita waspada dan kita tanyai kenapa mereka bisa sampai disini,” papar Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Baubau, Edisong ketika ditemui di kantornya, Kamis (9/11).

Menurut Edisong, dokumen dan paspor yang dimiliki para WNA sah. Mereka mendapatkan izin tinggal sejak tanggal 20 Oktober 2017 dan akan habis masanya tanggal 20 November 2017. Edisong menyebut, tidak ada pelanggaran yang mereka lalukan terkait kelengkapan dokumen, namun Imigrasi tetap mewaspadai kedatangan orang asing ke Baubau.

“Kalau memang mau berwisata orang asing tidak boleh bermukin di rumah penduduk, harus di hotel,” paparnya.

Kata Edisong, setelah melakukan pendataan, dalam waktu dekat WNA itu akan dipulangkan ke negara asalnya. Jika mampu menggunakan biaya sendiri, akan langsung dipulangkan, namun jika tidak, masih menunggu proses selanjutnya.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Baubau, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Daniel Mucharam SIK ketika dikonfirmasi menyebut, sudah mengutus personilnya untuk berjaga di rumah tempat mereka tinggal selama berada di Kota Baubau. Polisi juga bersama Imigrasi masih mencari informasi tentang tujuan pasti kedatanggan mereka ke Baubau.

“Katanya wisata, tapi kan kita masih dalami,” kata Kapolres.

Polisi juga masih mencari tahu siapa yang menyiapkan rumah yang kini dijadikan tempat tinggal WNA. Pasalnya pemilik rumah mengaku tidak tahu menahu tentang keberadaan WNA itu di rumah yang menurutnya sudah sejak lama dibiarkan kosong.

Dari 19 WNA itu, terdiri dari 17 pria dewasa, dua perempuan dewasa, dan satu anak-anak. Mereka menempati sebuah rumah papan di Jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari. (cr7/lex)

To Top