Aktualita

Polsek KP3 Diduga Diamkan Kasus Pengeroyokan Pengemudi Speed Boat

BAUBAU, BKK – Polsek KP3 Baubau dituding sengaja mendiamkan kasus pengeroyokan pengemudi speed boat yang terjadi di Pelabuhan Jembatan Batu, Kota Baubau, Kamis (2/11).

Pasalnya peristiwa yang dilakukan tiga orang yang juga pengembudi spead boat terhadap Rifail (34) dilaporkan ke Polsek KP3 Baubau sesaat setelah kejadian, namun hingga kini kasus itu belum berlanjut.

Pihak keluarga beberapa kali keluarganya menanyakan kasus itu, namun tidak disambut baik Kanit Reskrim Polsek KP3 Baubau, Bripka Rustam.

Kakak korban Ridwan (40) mengaku diusir saat menanyakan kelanjutan kasus itu. Saat itu Ridwan mengancam melapor ke Polres Baubau, tapi Rustam malah menantangnya untuk melaporkan hal itu kemanapun.

“Silahkan bawa pengacara agar menuntaskan kasus ini. Saya dibentak-bentak waktu itu, padahal kami ini mau datang minta keadilan,” tuturnya.

Ridwan juga memperlihatkan surat Tanda Bukti Lapor tanpa nomor. Di laporan itu juga tertulis korban melapor tindakan penganiayaan, bukan pengeroyokan dengan terlapor La Iwan dan La Igu Cs. Surat itu ditandatangani Ka SPK III/C, AIPTU Supriadi.

Ridwan berharap ketiga pelaku dapat dikenakan hukuman sesuai perbuatannya.

Untuk diketaui, korban pengeroyokan, Rifail (34) mengaku, saat itu ia hendak mengantar sejumlah penumpang menyebrang ke Pelabuhan Wamengkoli, Buton Tengah, tiba-tiba saja didatangi dan dikeroyok tanpa sebab oleh tiga orang yakni Iwan dan Igo, sementara satu orang lagi tidak dikenalnya.

Ia dikeroyok hingga mendapatkan pukulan dan tendangan di sekujur tubuhnya. “Sampai saya itu berontak sendiri dan lari baru dilepas,” tuturnya ketika diwawancarai, Senin (6/11).

Saat itu pula ia langsung melapor di Polsek KP3 Baubau, namun hingga kini tiga orang pelaku menurutnya masih berkeliaran bebas di Jembatan Batu tanpa ditahan polisi.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek KP3 Baubau, Bripka Rustam ketika ditemui di ruang kerjanya mengaku, kasus itu terus berlanjut, satu orang pelaku bernama Iwan (31) sudah ditahan di sel tahanan Polres Baubau, sedangkan dua pelaku lain La Igo (21) dan Sidik (16) dikenakan wajib lapor.

“Buktinya belum cukup, kita masih cari saksi tambahan,” katanya.

Kronologis pengeroyokan menurutnya, saat itu korban mengangkut penumpang, tidak sesuai jadwal yang seharusnya. Ia menyebut, yang bisa menjadi saksi kunci adalah penumpang yang saat itu naik di atas speed boat korban, namun korban tak mengenal satupun dari penumpang itu. Ia berjanji dalam seminggu kasus itu sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Baubau.

“Anggota jaga dia lupa tuliskan nomor registernya itu LP. Saya juga kaget pas malamnya kok bisa tidak ada nomor LPnya,” tutur Rustam ketika ditanyai soal surat laporan tanpa nomor. (cr7/lex)

To Top