Beranda

Yang Sadar Bayar Zakat Baru ASN, Pengusaha Nihil

KENDARI, BKK- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkapkan, sejak 2010 hingga kini pembayar zakat di Sultra baru dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), belum ada dari kalangan pengusaha.

Ketua Baznas Sultra Muh Hasby menerangkan, Rabu (1/11), zakat dan wakaf memiliki potensi yang besar dalam perekonomian dan dapat memakmurkan masyarakat.

“Sayang, kesadaran masyarakat membayar zakat masih belum optimal. Masih banyak masyarakat yang belum sadar bahwa zakat itu sangat penting dan wajib bagi orang yang mampu,” katanya.

Ia menambahkan, dalam pengelolaan zakat itu yang sangat menentukan pemerintah.

“Pengelolaan zakat ini adalah kerjanya pemerintah, ulama itu hanya membantu di sisi dakwahnya saja. Karena itu urusan zakat itu adalah urusan pemerintah setempat,” ujarnya.

Berkait penyaluran zakat itu, Hasby membeberkan, kalau di bank semakin banyak saldo semakain bagus, tapi di Baznas jika saldo menumpuk berarti manajemen tidak jalan.

“Karena seharusnya hak-hak fakir miskin itu segera disalurkan, tidak boleh disimpan lama-lama,” paparnya.
Dijelaskan juga, pengelolaan zakat di Sultra dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan walaupun belum terlalu signifikan.

“Dimulai dari tahun 2010 sampai 2017 kita selalu mengumpulkan zakat sebesar Rp 700 juta per tahun,” terangnya.

Kini, sambung dia, pihak Baznas Sultra melibatkan pihak kepolisian, tentara, dan instansi vertikal sehingga tahun depan dirinya berkeyakinan bahwa zakat tersebut akan mengalami peningkatan.

“Saat ini pembayar zakat di Sultra baru dari kalangan PNS, belum merambah di seluruh pengusaha yang berada di Sultra,” bebernya.

Menurut dia, kesadaran masyarakat membayar zakat masih kurang, untuk itu pihaknya akan selalu menyosialisasikan bahwa zakat itu penting dilakukan oleh mereka yang beragama Islam, sebab zakat itu bagian dari Rukun Islam. (m2/iis)

To Top