Lingkar Sultra

Teler Berat, Ancam Rekan Sendiri Lalu Rusak Kantor Satpol PP

BAUBAU, BKK – Oknum PNS berinisial AW (33) yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), terpaksa diciduk aparat Polsek Wolio, Selasa (31/10). AW terciduk setelah dilaporkan mabuk berat lalu merusak kantornya dan mengancam rekan-rekannya dengan senjata tajam.

Kapolsek Wolio, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anwar menuturkan, kejadian itu bermula saat AW yang dalam keadaan teler datang ke salah satu pos penjagaan Satpol PP, Senin dinihari. AW kemudian mengaku kepada teman-temannya dia baru saja dianiaya oleh orang yang tidak dikenal di tempat tugasnya di Pasar Wameo.

Jika korsa sesama Satpol PP pun menyala. Seketika itu pula, para rekan kerjanya langsung menuju Pasar Wameo untuk mencari penganiaya AW.

“Namun setelah sampai di TKP, mereka tidak menemukan apa-apa. Yang dilihat hanya orang-orang minum yang juga teman minum AW sendiri. Teman minum AW bilang kalau AW sudah minum, memang dia rese,” tutur Kapolsek.

Karena keadaan sudah jelas, mereka kembali ke pos penjagaan. Tiba-tiba AW teriak, mengancam akan membakar Kantor Satpol PP. Dia kemudian mengamuk dan melempari kaca kantor Satpol PP hingga hancur berantakan. Setelah selesai mengamuk, AW meninggalkan rekan-rekannya sekitar pukul 03.00 Wita.

Kemudian, AW datang kembali pada pukul 16.00 Wita. Kali ini dengan membawa sebilah badik dan langsung mengarahkannya kepada Basrian, yang juga rekannya di Satpol PP. “Waktu itu AW sempat mengejar namun korban terus berlari,” bebernya.

Usai mendapatkan perlakuan yang tidak waras itu, Basrian membuat laporan ke Polsek Walio. Polisi pun kemudian menangkap AW. Saat anggota datang ke kediamannya di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, keesokan harinya, pelaku tidak melakukan perlawanan. Dia ternyata sadar telah berbuat aksi yang mengerikan.

Aparat Polsek Wolio sempat menginginkan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun pihak Satpol PP menolak lantaran aksi AW sudah di luar batas. AW ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 335 ayat 1 KUHP tentang pengancaman.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban dan Ketenteraman Umum Sat Pol PP Baubau, Muhammad Husni mengaku perbuatan AW sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Apalagi terungkap bahwa AW sudah seringkali didapati melakukan pelanggaran dan cenderung tidak patuh pada pimpinan.

“Makanya sekarang kita serahkan saja pada kepolisian untuk diproses secara hukum. (cr7/aha)

To Top