Kasuistika

Sakit, Direktur PT Hoffmen tak Hadiri Panggilan Penyidik

Ilustrasi.

KENDARI, BKK – Direktur PT Hoffmen Energi Perkasa Ricky Budiman mangkir dari panggilan penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sedianya, Ricky menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penambangan di luar izin PT Hoffmen, Selasa (31/10).

“Dia (Ricky) tidak hadir. Ada surat keterangan sakitnya,” terang Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Rabu (1/11).

Dolfi mengatakan, Ricky berjanji akan akan menghadiri pemeriksaan setelah tidak lagi memiliki gangguan kesehatan.

“Kalau yang bersangkutan sudah sehat, dia akan langsung mengabari penyidik,” kata perwira polisi dengan satu melati di pundak ini.

Diberitakan, dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa beberapa orang sebagai saksi.

Yaitu Direktur Utama (Dirut) PT Hoffmen Energi Perkasa Dedy Japanto. Lalu, Direktur PT Hoffmen Energi Perkasa Ricky Budiman, yang tidak lain ayah dari Dedy.

Kemudian, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Hoffmen Ir Jalaluddin Madjinuhu dan manajer operasional Muhsin Ibrahim. Dan, beberapa operator alat berat dan supir truk.

Selain itu, penyidik telah menyita tujuh alat berat milik PT Hoffmen Energi Perkasa yang digunakan menambang di luar IUP. Terdiri dari empat excavator dan tiga unit truk.

Bersamaan dengan penyitaan alat berat, penyidik langsung melakukan pengukuran luas bukaan tambang di luar IUP.

Pengukuran ini melibatkan Kepala Seksi Pemetaan Wilayah IUP dan Pemberian IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra Anhar Chaeruddin ST.

PT Hoffmen merupakan perusahaan tambang batu pecah yang beroperasi di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. (man/iis)

To Top