Beranda

Operasi Zebra Anoa 2017 Resmi Dimulai

Kapolda Sultra Brigjenpol Andap Budhi Revianto SIK memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Anoa 2017. (FOTO:IST)

KENDARI, BKK – Operasi lalu lintas terpusat di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dimulai, Rabu (1/11).

Dimulainya operasi dengan sandi “Zebra Anoa 2017” ini diawali dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolda Sultra Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Andap Budhi Revianto SIK.

Apel gelar pasukan berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Sultra, yang dihadiri instansi terkait. Di antaranya, Dinas Perhubungan Sultra, dan unsur TNI.

“Apela gelar pasukan dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.

Sehingga, kegiatan Operasi Zebra berjalan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” ujar Andap dalam sambutannya.

Menurut dia, untuk mengatasi permasalah di bidang lalu lintas, tidak perlu berdiam diri. Semua pihak wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya.

“Dalam hal ini menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban lalu lintas ), dengan memberdayakan seluruh stakeholder,” tandas jenderal polisi bintang satu ini.

Andap berharap, kepada seluruh stakeholder mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, baik secara taktik, teknis maupun strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan, serta kecelakaan lalu lintas bisa diminimalisasi.

Lebih lanjut Andap mengatakan, dengan melakukan penegakan hukum terhadap sasaran prioritas maka bisa mendorong meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Selain itu, dapat meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, mewujudkan situasi kamseltibcarlantas.

Untuk diketahui, pada Operasi Zebra Anoa 2016, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sultra menindak 3.482 pengendara yang melakukan pelanggaran. Sebanyak 3.319 pelanggar terkena tilang dan 163 sanksi teguran.

Sementara selama berlangsungnya operasi Zebra Anoa 2015 menjaring 5.575 pengendara.

Sehingga, bila dilihat perbandingan antara 2016 dan 2015 maka jumlah pelanggaran menurun sekitar 50 persen.

Penurunan juga terlihat pada jumlah kecelakaan lalu lintas. Di mana, 2015 sebanyak 34 kasus kecelakaan, 10 orang meninggal dunia, 13 luka berat, dan 24 mengalami luka ringan.

Untuk 2016, terdapat 31 lakalantas. Enam orang di antaranya meninggal dunia, delapan orang luka berat dan sebanyak 33 orang luka ringan. (man/iis)

To Top