Lingkar Sultra

Brigadir Dekky Sisipkan Gaji Demi Khitanan Massal

MARWAN TOASA/BERITA KOTA KENDARI
SEMANGAT PENGORBANAN. Bhabinkamtibmas Desa Waworano dan Desa Mataiwoi, Brigadir Polisi Dekky Sumarto Tawakal foto bersama dengan puluhan anak yang akan mengikuti acara khitanan massal di Balai Desa Wawarano, Rabu (1/11). Dana dari acara ini berasal dari gaji Dekky yang disisihkan selama beberapa bulan terakhir.

ANDOOLO, BKK- Warga miskin dari sejumlah desa di Konawe Selatan pantas berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas Desa Waworano dan Desa Mataiwoi, Brigadir Polisi Dekky Sumarto Tawakal. Berkat pengorbanan Dekky, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengkhitan anak-anak mereka.

Brigpol Dekky memang menanggung hampir seluruh biaya khitanan massal yang digelar Balai Desa Wawarano, Rabu (1/11). “Saya menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan bulanan, dan Alhamdulillah, akhirnya sampai juga,” kata Dekky yang ditemui saat ikut melayani warga yang mengantarkan anaknya untuk dikhitan.

Dari uang yang berhasil dikumpulkannya, Dekky menghitung dananya cukup untuk mengkhitan sebanyak 50 anak.

Setelah mensosialisasikan acara khitanan gratis itu, jumlah warga yang berminat mengikutsertakan anaknya ternyata tidak sampai 50, masing-masing hanya 28 anak dan Desa Wawarano dan 18 anak dari Desa Mataiwoi 18 orang.

“Karena belum cukup, kami mengajak desa tetangga. Dari Desa Matandahi ada satu anak dan Desa Ramburambu 3 anak,” kata Dekky.

Bintara Polri angkatan XXV ini mengaku sangat bersyukur acara tersebut bisa selesai dengan sukses. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah penyumbang lainnya.

“Ada juga sumbangan masyarakat, tapi tidak mau disebutkan namanya,” aku Dekky.

Sementara Kepala Kepolisian (Kapolsek) Kolono, AKP Yulianus yang juga mengikuti kegiatan tersebut mengatakan khitanan massal yang diinisiasi Brigpol Dekky tidak saja mencerminkan jiwa sosial yang tinggi. Namun juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian agar jajaran Bhabinkamtibmas berlomba-lomba memunculkan ide-ide kreatif.

Selain kegiatan sunatan massal ini, jajaran Polres Konsel juga sedang melaksanakan kegiatan bedah rumah, dengan syarat memiliki lahan pribadi dan bukan lahan pinjam pakai. Yulianus berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan ke desa-desa lainnya yang berada di wilayah hukum Polsek Kolono.

Kapolsek juga memberikan sedikit bocoran mengenai biaya khitanan massal itu. Menurutnya, biaya khitan untuk satu anak mencapai Rp 200.000.

“Uang 200 ribu tentunya bagi masyarakat berpenghasilan rendah sangat memberatkan. Melalui kegiatan sosial ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat,” terang Yulianus.

Dia juga mengatakan, di Desa Waworano dan Desa Mataiwoi banyak anak yang belum dikhitan. Hal itulah yang mendorongnya untuk mendukung pelaksanaan khitanan massal itu.

“Setelah kami melakukan survei, ternyata di dua desa ini kami temukan banyak anak yang belum di sunat. Kami juga melihat tingkat ekonomi masyarakatnya masuk pada kategori rendah. Jadi itu mungkin ada hubungannya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Waworano, Kecamatan Kolono, Suleman mengakui baru pertama kali di desanya ada sunatan massal secara gratis. Karena itu, atas nama seluruh warganya, Kades menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Kolono dan Polres Konawe Selatan pada umumnya.

“Semoga makin banyak orang yang mau rela berkorban untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan,” katanya.

Salah seorang warga Desa Waworano, Fitriani yang mengikutkan anaknya dalam kegiatan sunatan massal tersebut mengaku sangat bersyukur.

Bagaimana tidak, sebagai ibu rumah tangga miskin, Fitriani seringkali sedih jika mengingat anaknya belum dikhitan. Padahal umurnya sudah 12 tahun.

“Makanya pas dengar ada yang mau sunatan massal, saya langsung ikut,” ujar Fitriani. (cr13/aha)

To Top