Beranda

Penyelidikan Dugaan Korupsi Bidikmisi UHO Kendari Terus Bergulir

Dolfi Kumaseh.

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan, penyelidikan kasus dugaan korupsi Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) Universitas Halu Oleo (UHO) 2012 hingga 2016 masih terus bergulir.

Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, Rabu (27/9), penyidik telah memanggil enam pengelola bidikmisi.

Itu dilakukan untuk meminta klarifikasi dari para pengelola, demi kepentingan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

“Sudah enam orang yang kami mintai panggil dan telah kami minta klarifikasi. Kasusnya masih berjalan, masih tahap penyelidikan,” ujarnya, Senin (30/10).

Diberitakan, kasus dugaan penyelewengan dana bidik miasi ini diselidiki berdasarkan laporan masyarakat, yang masuk di meja penyidik pada awal Agustus 2017.

Berdasarkan laporan yang diterima penyidik, setiap mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima bidikmisi harus mendapatkan Rp 6 juta per semester, untuk pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) dan biaya hidup.

Namun, pada kenyataannya para mahasiswa tidak lagi mendaptkan sesuai jumlah yang tersebut di atas. Pelapor menduga, sebagian uang itu telah disalahgunakan oknum-oknum pengelola.

Secara keseluruhan penyidik belum mendapatkan jumlah pasti mahasiswa penerima manfaat dari bidikmisi antara 2012 hingga 2016.

Pasalnya, penyidik masih harus melakukan analisis lebih mendalam berdasarkan dokumen dan keterangan yang didapat dari pera pengelola bidikmisi.

Khusus 2015 penerima manfaat bidikmisi sebanyak 2.350 mahasiswa. Jika dikalikan dalam empat tahun atau delapan semester masa studi maka uang yang beredar sebesar Rp 28,2 miliar.

Belum lagi, jumlah dana yang dikelola pada 2012, 2013, 2014, dan 2016. (man/iis)

To Top