Beranda

Dua Kali Berganti Kapolda, Kasus SPPD Fiktif Butur Masih Jalan di Tempat

Ilustrasi.

KENDARI, BKK – Kasus dugaan korupsi surat perintah perjalan dinas (SPPD) fiktif Buton Utara 2012 hingga 2014 tak kunjung memiliki tersangka.

Padahal, kasus ini sudah dalam penangan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 2014 silam.
Penyidik mengaku, masih sulit menemukan orang yang dinilai paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, melalui Kepala Subdirektorat III Tipikor pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Honesto Dasinglol, Senin (30/10).

“Kita masih mau periksa saksi ahli lagi. Memang saksi ahli pidana kita sudah mintai keterangan, tapi harus tambah lagi ahli,” ujar Honerto.

Sekira tiga tahun berjalan, sudah dua kali berganti Kapolda Sultra. Mulai dari Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Arkian Lubis, dan beralih ke Brigjenpol Agung Sabar Santoso, kini kapolda dijabat Brigjenpol Andap Budhi Revianto.

Namun, kasus ini tak kunjung ada tersangka. Padahal, kasus ini sudah di tingkatkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan Direktur Kriminal Khusus Dirreskrimsus) dijabat Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Dul Halim.

Hingga berganti ke Kombespol Midi Siswoko, lalu Kombespol Wira satya Triputra, kasus ini juga masih jalan di tempat.

Diberitakan, dari 33 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Butur kala itu, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sultra baru saja menuntaskan audit empat pada SKPD.

Hasilnya, ditemukan penyeleweangan anggaran. Di antaranya, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Butur menyelewengkan anggaran sebesar Rp 93.902.500.

Kemudian, dinas kesehatan sebsar Rp 12.460.000, balai pendidikan masyarakat desa (BPMD) sebesar Rp 4.785.000, serta dinas pertanian, perikanan, dan perkebunan sebesar Rp 3.150.000. (man/iis)

To Top