Bisnis & Ekonomi

DPR Pertanyakan Adanya Beras Rusak di Bulog Sultra

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
FOTO BERSAMA. Anggota Komisi IV DPR RI bersama pejabat Perum Bulog dan pihak Bulog Divre Sultra foto bersama usai mengunjungi gedung Bulog Sultra di Kendari, Senin (30/10).

KENDARI, BKK- Komisi IV DPR-RI melakukan kunjungan kerja ke Badan Urusan Logistik Sulawesi Tenggara, Senin (30/10). Saat meninjau gudang penyimpanan beras Bulog, anggota DPR menemukan adanya sebagian beras rusak atau berkualitas rendah.

Ketua Komisi IV DPR RI, Bowo Sidik Pangarso pun mempertanyakan hal tersebut kepada pihak Bulog Sultra.

“Untuk berasnya kita lihat memang sebagian kualitas sudah baik, tetapi masih ada ditemukan varietas lain yang broken rice, masih kurang kualitasnya. Namun menurut Kadivre (Laode Amijaya), 80 persen beras di sini masih begini karena kalau tidak dibeli oleh Bulog, petani akan kesulitan (menjual),” ungkap Bowo usai meninjau kondisi gudang Bulog.

Bowo pun menyarankan Bulog agar mengoptimalkan dan meningkatkan pengetahuan para petani agar bisa memproduksi beras berkualitas baik. Dengan begitu, beras mereka akan lebih mudah terserap di pasaran.

Selain beras, lanjut Bowo, pihaknya juga mengecek stok gula. Ternyata, stok gula untuk Sultra dipasok dari Jawa Timur. “Sayang sekali. Tapi sekarang lagi diusahakan agar ada pabrik gula bisa dibangun tahun depan, supaya ini (stok gula) bisa memadai wilayah sini,” tuturnya.

Dia melanjutkan, kunjungan kerja kali ini dikhususkan untuk melihat kondisi Badan Usaha Milik Negara yang ada di daerah-daerah. DPR ingin melihat sejauh mana peran BUMN dalam menumbuhkan perekonomian di sebuah wilayah.

“Harapan kita, Sultra bisa menjadi daerah yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional dengan pertumbuhan di atas 7 persen,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengakui Sultra lebih dikenal dengan potensi mineralnya alias pertambangan. Namun dia menekankan, pertumbuhan ekonomi baru bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat jika itu ditopang oleh pertanian, perikanan, perkebunan dan pariwisata.

Sementara Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Perum Bulog, Ir Imam Subowo, di Sultra akan dibangun lagi Bulog Punggaloba dengan kapasitas 7.000 ton beras dan 1.150 ton gula. Program ini untuk mendukung ketahanan pangan.

Adapun penyerapan beras oleh Bulog Sultra sudah sekitar 16.675 ton yang berasal dari 22 unit gudang di seluruh daerah. Total kapasitas seluruh gudang Bulog di Sultra bisa mencapai 28.500 ton.

Saat ini, lanjut Imam, stok beras di Sultra masih aman hingga akhir 2017 ini. “Kira-kira masih ada hampir 4,7 bulan hampir 5 bulan (ketersediaan stok), dan ini pengadaan masih tetap jalan. Dan Alhamdulillah, salah satu provinsi yang baik penyerapannya itu Sultra,” tambahnya.

Bulog menyiapkan tiga tipe beras sesuai dengan peraturan pemerintah, yakni beras medium, beras medium plus dan beras khusus. Namun Imam mengaku belum mengecek apakah BUlog Sultra menyediakan seluruh tipe beras tersebut.

Dia juga menyatakan Bulog harus terus menjalin kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dalam hal penyerapan beras petani. (m3/aha)

To Top