Kasuistika

Direktur PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Dijadikan Tersangka

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan satu tersangka kasus dugaan penggunaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), yang melibatkan PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas.

Adalah Direktur PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Ery Sujatim. Penetapan tersangka ini dilakukan melalui gelar perkara pekan lalu.

“Dalam waktu dekat ini yang bersangkutan (Ery) akan kita periksa sebagai tersangka,” ujar ujar Kepala Subdirektorat IV Tipiter (Tipiter) pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra Ajun

Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Erfianto SIK, Senin (30/10).

Perwira polisi dengan dua dua melati di pundak ini mengatakan, penetapan tersangka Ery berdasarkan hasil keterangan ahli.

Diberitakan, dalam menjalankan usanya di bidang reparasi kapal, PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas membeli ampas nikel atau slag dari Pomalaa Kabupaten Kolaka.

Pemanfaatan, pengolaan, dan penggunaan slag seharusnya memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Mata Kecamatan Kendari Kota Kendari ini ditengarai menggunakan limbah B3 tidak sesuai dengan peruntukannya.

Slag nikel tersebut digunakan sebagai bahan pembersih lambung kapal yang sedang dilakukan reparasi. Karena tidak memiliki izin sehingga dapat membahayakan lingkungan dan manusia.

Dalam kasus ini polisi menerapkan Pasal 102 dan 103 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana tiga tahun penjara. (man/iis)

To Top