Bisnis & Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan Mudahkan Peserta Miliki Rumah

RIA/BKK
La Uno

Minimal Jadi Peserta Selama Setahun, Maksimal Rp 500 Juta

BKK, KENDARI– BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat mewujudkan rumah impiannya. Melalui program manfaat layanan tambahan (MLT), peserta BPJSTK pun bisa mendapatkan pembiayaan hingga Rp 500 juta.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kendari, La Uno menjelaskan, MLT merupakan salah satu program BPJSTK yang setara dengan program jaminan lainnya. “Program ini kita bekerja sama dengan Bank BTN. Kita yang siapkan jaminannya,” kata La Uno, Senin (16/10).

Fasilitas MLT terbuka bagi seluruh peserta BPJSTK. Bukan hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), peserta yang tergolong non-MBR pun bisa memanfaatkannya. Program itu terdiri atas pinjaman uang muka perumahan (PUMP), kredit pemilikan rumah (KPR), dan pinjaman renovasi rumah (PRR). Ada juga fasilitas pembiayaan perumahan pekerja kredit konstruksi (FPPP/KK).

Tiap program pembiayaan berbeda-beda suku bunganya. Suku bunga untuk FPPP/KK dengan BI Repo rate+4 persen. Kemudian suku bunga untuk KPR subsidi sesuai ketentuan pemerintah 5 persen dengan DP atau uang muka 1 persen. Sementara bunga KPR non subsidi BI RR + 3 persen dengan DP 5 persen. Sedangkan suku bunga PRR dan PUMP + 3 persen.

“Jadi untuk pekerja se Sultra atau pekerja yang sudah menjadi peserta kami minimal 1 tahun, sudah bisa mendapatkan manfaat pembiayaan perumahan itu,” tuturnya.

Adapun prosedur pengajuan fasilitas pembiayaan perumahan, pekerja bisa langsung datang ke Bank BTN di Kendari, di mana BTN akan melakukan verifikasi data. Jika memenuhi persyaratan, seperti sudah menjadi peserta BPJSTK selama setahun dan perusahaannya tertib administrasi, pinjaman pun bisa dicairkan.

Pencairan KPR subsidi maksimal 99 persen (KPR + PUMP), non subsidi 95 persen dari harga rumah maksimal 500 juta. Kredit bisa diangsur antara 15 sampai 20 tahun. “Untuk pembiayaan rumah, maksimal 500 juta dari kami,” tuturnya.

Menurutnya, animo pekerja untuk memanfaatkan fasilitas ini cukup besar. Bahkan La Uno mengaku pekerja BPJSTK sendiri banyak yang mengakses pembiayaan rumah itu.

“Pada intinya kami sangat ingin membantu para pekerja memiliki rumah atau hunian yang layak. Baik berupa rumah baru atau renovasu,” tutupnya (m3/b/aha)

To Top