Pesta Miras dalam Kelas, 4 Siswa SMK 2 Raha Dikeluarkan – Berita Kota Kendari
Headline

Pesta Miras dalam Kelas, 4 Siswa SMK 2 Raha Dikeluarkan

IST
Ilustrasi polisi amankan pesta miras pelajar

BKK, RAHA – Empat siswa SMKN 2 Raha berinisial AF ( 15), MR (15), MS ( 15) dan NZ (15) yang kedapatan pesta miras, di dalam ruang kelas pada Selasa ( 3/10) lalu terancam dikeluarkan dari sekolah.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna, Ashar Dulu  saat berkunjung ke SMKN 2 Raha menyatakan pihak sekolah harus menjatuhkan saksi tegas kepada siswa yang telah melanggar disiplin dalam sekolah.

“Beri sanksi tegas, kalau perlu dikeluarkan saja dari sekolah. Perbuatan seperti inilah cikal bakal sering terjadi aksi kriminal dan tawuran di SMKN 2 Raha ini dengan sekolah lain,” ujar Ashar.

Agar kejadian serupa tak terulang, Ashar meminta agar kedisiplinan sekolah ditingkatkan lagi. Ruang kelas yang tanpa guru harus terus dikontrol.

“Kalau ada kelas kosong karena tidak ada guru, jangan dibiarkan anak-anak bebas dalam kelas. Harus diisi dengan kegiatan belajar mengajar atau yang produktif,” pesannya.

Wakil Kepala SMKN 2 Raha La Ode Sadia menceritakan, ulah empat siswa tersebut diketahui saat salah satu guru mendengar suara nyanyian yang diiringi gitar di salah satu kelas. Guru tersebut lalu mendatangi asal suara tersebut dan mendapati siswa itu bersama empat temannya yang diketahui juga pelajar dari sekolah lain, tengah menenggak miras.

“Empat siswa SMKN 2 masih menggunakan pakaian seragam sedangkan empat temannya pakai pakaian biasa. Mereka sedang asyik menenggak miras sebanyak empat botol sambil main gitar dan bernyanyi,” terang La Ode Sadia saat ditemui di SMKN 2 Raha, Rabu (4/10).

Karena mereka sudah mulai teler dan dikhawatirkan akan membuat gaduh, akhirnya pihak sekolah memanggil polisi untuk mengamankannya. Tujuh dari siswa mabuk ini berhasil diamankan di Polsek Katobu dan disel semalam.

“Seorang lagi berinisial NZ, dia siswa kami, berhasil kabur. Kami sudah surati orang tua mereka. Sanksi yang akan kami berikan ya kita “rumahkan” anak mereka. Kami juga sudah berkoordinasi dengan SMA Muhamadiyah terkait ada  empat siswa itu yang mengaku dari SMA Muhamadiyah,” tambah La Ode Sadia. (r1/b/nur)

To Top