Perhimpunan Fitopatologi Siap Wujudkan Kedaulatan Pangan – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Perhimpunan Fitopatologi Siap Wujudkan Kedaulatan Pangan

SUMARDIN/BERITA KOTA KENDARI
Para ahli penyakit tumbuhan foto bersama usai seminar nasional Fitopatologi di Same Hotel Kendari, beberapa waktu lalu.

BKK, KENDARI– Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan nasional, Perhimpunan Fitopatologi Indonesia menggelar Seminar Nasional dan Kongres XXIV di Aula Same Hotel Kendari, Selasa (3/10)

Kegiatan ini diikuti ratusan ilmuwan fitopatologi dari 30 Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki Program Studi Hama dan Penyakit Tumbuhan di seluruh Indonesia.

Ketua panitia kegiatan, Andi Khaeruni mengatakan, Perhimpunan Fitopatologi Indonesia adalah organisasi profesi yang mewadahi para ahli ilmu penyakit tumbuhan yang ada di Indonesia.

“Untuk Kongres tahun ini, pesertanya cukup lengkap karena dalam Perhimpunan Fitopatologi Indonesia ada 27 Komisariat Daerah (Komda), dan yang hadir sebanyak 26 Komda. Dari 26 Komda tersebut terdapat 30 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh hingga universitas yang ada di Papua,” katanya, Rabu (4/10)

Guru besar UHO itu menjelaskan, kongres tahun ini akan difokuskan untuk mendukung penerapan pangan nasional dengan membangun peran strategis dari ilmu penyakit tumbuhan, yaitu fitopatologi.

Ia berharap, pertemuan tersebut bisa menghasilkan sebuah visi dan misi untuk pembangunan sekaligus upaya-upaya yang bisa menyelesaikan masalah penyakit tanaman yang ada di sektor pertanian.

Sehingga, kata dia, dengan adanya ilmu fitopatologi dan ilmu pendukung lainnya, maka akan berdampak positif bagi pembangunan pertanian yang holistik.

“Kita berharap, agar seluruh peserta akan memberikan informasi-informasi terkini terkait pendekatan apa yang bisa dilakukan untuk mengenali penyakit tanaman. Maka berdasarkan hasil penelitian mereka, kami harapkan bisa menjadi salah satu metode yang bisa dilirik oleh pemerintah untuk dijadikan sebagai kebijakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” pungkasnya. (p12/c/nur)

 

To Top