Asrun – Musadar Paparkan Hasil Karyanya Selama 10 Tahun – Berita Kota Kendari
Headline

Asrun – Musadar Paparkan Hasil Karyanya Selama 10 Tahun

JUMWAL SALEH/BERITA KOTA KENDARI
Wali Kota Kendari, Asrun bersama Wakil Wali Kota Musadar Mappasomba saat memaparkan hasil-hasil pembangunan mereka selama 10 tahun atau dari 2007-2017.

BKK, KENDARI – Kepemimpinan Asrun dan Musadar Mappasomba di Kota Kendari tinggal menghitung hari. Pada 9 Oktober mendatang masa jabatannya di periode kedua, berakhir.

Menjelang berakhirnya kepemimpinan mereka, Asrun bersama Wakilnya Musadar Mappasomba menggelar acara pemaparan hasil-hasil pembangunan selama 10 tahun kepemimpinan mereka, Grand Clarion Kendari, Rabu (4/10).
Acara berlangsung meriah karena disamping dihadiri hampir seluruh pejabat dan PNS lingkup Kota Kendari, juga menghadirkan secara khusus warga Kota Kendari sekitar 2.000 orang.

“Pemaparan hasil-hasil pembangunan yang telah kami capai maupun yang belum terselesaikan selama kepemimpinan saya 10 tahun terakhir ini adalah merupakan kewajiban seorang pejabat publik karena merupakan amanah undang-undang,” kata Asrun dalam sambutannya.

Asrun menjelaskan, pada awal menjabat Wali Kota Kendari 9 Oktober 2017, penghasilan asli daerah (PAD) Kendari tahun 2006 berkisar Rp 30 miliar lebih itu. Dan ketika dia menjabat dia terus berupaya melakukan berbagai kreasi sehingga terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Pada tahun 2016 PAD sudah mencapai angka Rp180 miliar lebih,” kata Asrun.

Dalam pengelolaan keuangan daerah, Asrun berhasil mengubah opini disclaimer dari BPK menjadi wajar tanpa pengecualian (WTP). “Sudah lima kali berturut-turut mendapat penilaian BPK dengan opini WTP,” ujar Asrun yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan undangan.

Capaian lain kata Asrun, Kota Kendari sebagai kota jasa juga telah memiliki sebuah pelabuhan ekspor (kontainer) yang dibangun bersama dengan PT Pelabuhan Nusantara IV (Pelindo) yang terletak di Kelurahan Bungkotoko, Kecamatan Abeli, yang diresmikan Menhub awal 2017.

Keberhasilan Asrun yang lain, mengubah pasar tradisional tergolong kumuh dengan pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut, menjadi pasar modern dan tertata dengan baik. Pasar yang berhasil dibangun Asrun yakni Pasar Pedys Market Mandonga, Pasar Kota Lama, Pasar Wuawua, dan Pasar Baruga.
Demikian pula dengan Terminal Tipe-A yang baru diresmikan beberapa hari lalu.

Asrun yang sudah menyatakan akan maju sebagai calon Gubernur Sultra 2018-2023 itu mengatakan prestasi lain yang dinilai menjadi proyek mandiri di Indoensia adalah “Kampung Mandiri Energi” di mana pengelolaan limbah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Powatu kini menjadi TPA terbaik di Tanah Air.

“Keistimewaan TPA Powatu itu karena sampah-sampah warga kota yang dikelola mampu menghasilkan energi listrik dan gas metan bagi warga yang tinggal di lokasi itu,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, wali kota dan wakilnya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kendari terkait program yang belum terwujud. Ia yakin bahwa wali kota pengganti yang juga merupakan putranya sendiri, yakni Adriatma Dwiu Putra, akan melanjutkan program yang sudah diletakkan sebelumnya.

Sejumlah pejabat hadir pada pemaparan itu Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, Ketua DPRD Kendari Syamsuddin Rahim, Wakil Wali Kota terpilih Sulkarnaen, Sekda Kota Kendari Alamsyah Lotunani, para anggota DPRD Sultra dapil Kota Kendari, para pimpinan SKPD Kendari, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pimpinan partai, ketua RT/RW, LSM dan unsur pers. (lex)

To Top