Rumahnya Digeledah KPK, Mantan Bupati Konut Hilang – Berita Kota Kendari
Beranda

Rumahnya Digeledah KPK, Mantan Bupati Konut Hilang

KASMAN/BERITA KOTA KENDARI
Suasana di rumah megah Mantan Bupati Konut Aswad Sulaiman saat disambangi tim penyidik KPK.

BKK, KENDARI – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi kediaman Mantan Bupati Konawe Utara (Konut) Aswad Sulaiman, Senin (2/10). Rumah mewah yang terletak di Jalan Lumbalumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari ini didatangi sekira pukul 11.00 Wita.

Belum ada informasi resmi yang diperoleh sejumlah awak media. Namun beredar kabar di lingkungan pemeriksaan, proses penggeledahan yang dilakukan lembaga anti rasuah ini diduga bersinggungan dengan kasus dugaan korupsi izin pertambangan semasa Aswad menjabat Bupati Konut.
Pantauan Berita Kota Kendari (BKK), tidak ada yang mengetahui kedatangan tim KPK ke rumah Aswad.

Persis di depan rumah megah Aswad yang berdesain modern berkumpul puluhan jurnalis dari berbagai media. Kedatangan jurnalis ini sempat mengejutkan tetangga rumah Aswad.

KASMAN/BERITA KOTA KENDARI
Pagar ‘istana’ Aswad yang sangat tinggi.

Tingginya pagar rumah membuat para jurnalis kesulitan untuk melihat aktivitas yang terjadi di dalam rumah. Hanya satu pintu gerbang rumah yang difungsikan sebagai akses keluar dan masuk.

Empat anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersenjata laras panjang, terlihat secara bergantian berdiri di depan pintu gerbang. Ada juga yang duduk di pos tepat di halaman rumah Aswad.

Sekira pukul 15.10 Wita, seorang pria memakai kopiah haji, kemeja biru, dan celana kain kuning, keluar dari rumah dengan tergesa-gesa. Pria paruh baya itu diketahui bernama Iskandar. Dia mengaku, dirinya hanya dipanggil menyaksikan penggeledahan, karena si pemilik rumah tidak berada di tempat.
Tak diketahui di mana keberadaan mantan Bupati Konut itu.

Iskandar mengungkapkan, tim yang melakukan penggeledahan berjumlah tujuh orang. Semua mengenakan rompi yang bertuliskan KPK. “Saya hanya dipanggil menyaksikan saja. Dia (Aswad) tidak ada di dalam. Semua yang lagi memeriksa memakai rompi KPK,” ujar pemilik rumah yang berada persis di samping kediaman Aswad ini.

Masih kata Iskandar, selain dirinya, dalam rumah juga ada Lurah Lalolara yang menemani para petugas KPK.
“Saya sebagai tetangga hanya membantu. Ada juga pak lurah di dalam,” tandasnya sambil berjalan dengan langkah cepat menyelinap masuk ke dalam rumah.

Sementara, tetangga Aswad lainnya yang berinisial Ha menuturkan, melihat empat mobil masuk ke dalam rumah sekira pukul 11.00 Wita. “Tapi saya tidak tahu kalau mereka petugas KPK. Nanti saya tahu di sini (tempat jurnalis berkumpul),” katanya menutup pembicaraan.

Bukan kali ini saja Aswad tersandung kasus dugaan korupsi. Sebelumnya, Aswad pernah diseret ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari.
Namun, pada akhirnya Aswad dinyatakan tidak terbukti bersalah dalam perkara korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 miliar.
Bahkan, dalam vonis mejelis hakim, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra diminta untuk mengembalikan uang Rp 2,3 miliar kepada Aswad.

Sebab, sebelum dibawa ke kursi pesakitan, Aswad menyerahkan uang tunai Rp 2,3 miliar ke Kejati Sultra. Uang tersebut diklaim sebagai kerugian negara yang ditimbulkan dari korupsi pembangunan kantor Bupati Konut 2012. (man/b/lex)

To Top