Penetapan Tersangka Kasus Limbah Beracun Setelah Meminta Pendapat Ahli – Berita Kota Kendari
Beranda

Penetapan Tersangka Kasus Limbah Beracun Setelah Meminta Pendapat Ahli

IST
Ilustrasi

Kasus Limbah PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas

BKK, KENDARI – Tidak lama lagi, kasus dugaan penggunaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang menyeret PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas akan memiliki tersangka.
Kini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) tinggal menunggu keterangan ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Kita tinggal tunggu keterangan ahli. Kemudian gelar perkara penetapan tersangka,” Kepala Subdirektorat IV Tipiter (Tipiter) pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Erfianto SIK, Senin (2/10).

Perwira polisi dengan dua melati di pundak ini menuturkan, meski kasus ini sudah dinaikan ke tahap penyidikan, namun pihaknya belum menetapkan tersangka.

Sehingga, sambung Didik, dalam surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) yang dikirim ke jaksa, orang yang dibidik sebagai tersangka masih dalam status sebagai terlapor.

Diberitakan, dalam menjalankan usanya di bidang reparasi kapal, PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas membeli ampas nikel atau slag dari Pomalaa Kabupaten Kolaka.

Pemanfaatan, pengolaan, dan penggunaan slag seharusnya memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sehingga, perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Mata Kecamatan Kendari Kota Kendari ini ditengarai menggunakan limbah B3 tidak sesuai dengan peruntukannya.

Masih kata Didik, slag nikel tersebut digunakan sebagai bahan pembersih lambung kapal yang sedang dilakukan reparasi. Karena tidak memiliki izin sehingga dapat membahayakan lingkungan dan manusia.

Dalam kasus ini polisi menerapkan Pasal 102 dan 103 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana tiga tahun penjara. (man/c/iis)

To Top