Musadar Tepis Isu Berpasangan dengan La Ode Ida – Berita Kota Kendari
Suksesi

Musadar Tepis Isu Berpasangan dengan La Ode Ida

IST
Musadar Mappasomba

BKK, KENDARI– Musadar Mappasomba menampik isu dirinya berpasangan dengan La Ode Ida dalam bursa Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra). Wakil Wali Kota Kendari dua periode ini mengaku belum pernah bertemu dengan komisioner Ombudsman RI itu.

“Saya tidak pernah menyerahkan foto kepada orang untuk ditampilkan. Sebenarnya, saya belum pernah bertemu dengan bakal Calon (balon) Gubernur Sultra La Ode Ida, akan tetapi memang kita pernah berkomunikasi ngajak ketemu tetapi belum sempat ketemu,” kata Musadar, Senin (2/10).

Jika mau jujur, ucap Musadar, dirinya akan mendorong Wali Kota Kendari Asrun sebagai Gubernur Sultra untuk didukung bersama-sama.

“Meskipun saya tidak ada kepentingan soal itu, karena saya akan masuk di kampus. Hanya saja, logika saya kepemimpinan ini harus berkelanjutan, sehingga siapa pun gubernurnya nanti harus bisa menyelesaikan pembangunan P2ID, tugu religi, serta bisa menuntaskan pembangunan masjid Al Alam,” katanya.

Jika semua itu sudah terselesaikan, lanjut Musadar, barulah membangun yang lainnya yang memang menjadi prioritas, infrastruktur jalan dan jembatan.

“Prasarana dasar itu sangat penting untuk Sultra. Karena kita dibatasi periodisasi, sehingga harus ada prioritas. Tapi kalau hemat saya, saya ingin menitip kepada siapa pun yang menjadi Gubernur Sultra, tuntaskan P2ID, tugu religi, dan masjid Al Alam. Jangan ditinggalkan dengan alasan bukan dia (gubernur terpilih) yang merintis lalu ditinggalkan pembangunan yang sudah ada itu,” beber Musadar.

Menurut dia, alangkah baiknya semua pembangunan yang telah ada dituntaskan terlebih dahulu, sesudah itu baru melanjutkan kebutuhan dasar.
“Sebenarnya saya rindu kalau program Persaudaraan Madani dievaluasi, dikristalkan, dan telaah lebih dalam lagi lalu kemudian diangkat menjadi program provinsi,” papar Musadar.

Soal maju dan tidaknya dalam pilgub nanti, Musadar mengatakan, dalam politik itu tidak boleh direspons dengan tidak dan iya, karena semua itu tergantung kondisi.

“Setelah selesai jabatan saya sebagai wawali, otomatis saya akan masuk di kampus. Tapi, politik itu kan dinamis, jadi nanti kita lihat perkembangannya,” ucapnya. (cr6/c/iis)

To Top