Kesejahteraan Petani per September Naik Tipis – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Kesejahteraan Petani per September Naik Tipis

IST
Ilustrasi

BKK, KENDARI- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat indeks Nilai Tukar Pertani (NTP) Sulawesi Tenggara pada September 2017 tercatat 94,01 atau mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 93,98.

Kepala BPS Sultra Atqo Mardiyanto menjelaskan indeks NTP merupakan salah satu indikator yang bisa digunakan untuk melihat kesejahteraan petani. NTP dihitung dari indeks yang dikeluarkan dan indeks yang diterima.

“September ini, NTP mengalami kenaikan walaupun cukup kecil hanya 0.03 persen dibanding bulan lalu yang tercatat 93,98 persen menjadi 94,01. Artinya ada peningkatan kesejahteraan namun relatif kecil,” kata Atqo dalam jumpa pers di Kantor BPS Sultra, Senin (2/10).

NTP ideal jika sudah mencapai 100 persen. Meski belum menyentuh angka tersebut, setidaknya tercermin adanya perbaikan kesejahteraan petani.

Adapun indeks NTP masing-masing subsektor; subsektor Tanaman Pangan (NTPP) 89,04, Subsektor Hortikultura (NTPH) 89,95, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 87,54, Subsektor Peternakan (NTPT) 105,53, dan Subsektor Perikanan (NTNP) 114,51. Sedangkan Indeks NTP Nasional sebesar 102,22 atau naik sebesar 0,61 persen dari sebelumnya 101,60.

Pada September ini, secara nasional 24 provinsi mengalami kenaikan Indeks NTP, sedangkan 9 provinsi lainnya mengalami penurunan indeks. Kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Sumatera Selatan yaitu sebesar 2,16 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Bangka Belitung sebesar 0,95 persen.

Sulawesi Tenggara sendiri mengalami deflasi perdesaan sebesar 0,34 persen. Hal ini terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada tiga kelompok yaitu: kelompok bahan makanan turun sebesar 0,88 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,10 persen, dan kelompok sandang turun 0,03 persen.

Sementara itu, kelompok perumahan naik sebesar 0,38 persen, kelompok kesehatan naik 0,34 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,08 persen, serta kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,08 persen.

“Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) bedanya dengan NTP adalah bahwa kalau usaha yang dikonsumsi petani tidak dihitung atau tidak dimasukkan. NTUP memang sudah di atas 100 persen yaitu 104,22, tetapi di bulan September ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,32 persen dibanding di bulan Agustus,” tambahnya.

Dari tujuh subsektor, 5 subsektor mengalami kenaikan dan 2 subsektor yaitu tanaman pangan (NTPP) dan Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mengalami penurunan. Akan tetapi dari tujuh subsektor ini NTUP lima subsektor sudah di atas 100 persen dan di bawah 100 persen hanya 2 subsektor.

“Dan kebetulan di bulan September ini sudah mengalami penurunan di banding Agustus. Tanaman pangan mengalami penurunan karena pengaruh cuaca yang menyebabkan gagal panen,” tutupnya. (p14/c/aha)

 

To Top