Kementan Gelontorkan Rp 4 Triliun di Sultra – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Kementan Gelontorkan Rp 4 Triliun di Sultra

SUMARDIN/BERITA KOTA KENDARI
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Rektor UHO Prof Muh Zamrun usai membuka seminar nasional di UHO, Senin (2/10).

Bangun Pabrik Gula di Konsel dan Bombana 

BKK, KENDARI – Kementerian Pertanian (Kementan) menginvestasikan anggaran sekitar Rp 4 triliun di Sulawesi Tenggara, untuk membangun pabrik gula di Konawe Selatan dan Bombana.

“Dua pabrik yang akan dibangun tersebut merupakan bagian dari 10 pabrik gula yang dibangun Kementan di seluruh Indonesia,” kata Amran usai membuka Seminar Nasional Himpunan Fitopatologi Indonesia di Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Senin (2/10).

Menteri asal Bone, Sulsel ini mengatakan, pembangunan pabrik gula tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi atau mewuudkan target swasembada gula nasional.
“Untuk mewujudkan swasembada gula, maka solusi adalah membangun 10 unit pabrik gula sebagaimana arahan presiden Jokowi, termasuk yang akan dibangun di Sultra,” katanya.

Dia menyebutkan, investasi pabrik gula ini masuk dalam kategori berkapasitas terbesar di Indonesia Timur. Dengan pembangunan pabrik gula ini, dia optimis Indonesia mampu mewujudkan swasembada gula.

Amran menjelaskan, salah satu alasan kenapa pabrik gula harus dibangun di Sultra, karena keadaan iklim dan geografis yang dimiliki Sultra memungkinkan dan cocok untuk melakukan pembudidayaan tanaman tebu.

“Sehingga, perlu adanya sinergisitas dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mensukseskan program pemerintah tersebut,” ujarnya.
Menurut dia dengan pembangunan pabrik gula ini nantinya mampu menyerap tenaga kerja sampai dengan sepuluh ribu orang yang diprioritaskan tenaga kerja lokal daerah pembangunan pabrik tersebut.

“Targetnya menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang dengan memprioritaskan masyarakat lokal sekitar pabrik kecuali tenaga-tenaga kerja ahli yang bisa diambil dari luar,” ujarnya.

Katanya, pembangunan pabrik gula tersebut tidak terlepas dari peran penting investor yang menanamkan sahamnya untuk kepentingan bangsa. Terlebih, APBN saat ini terbatas, sehingga perlu adanya terobosan-terobosan dengan memudahkan perizinan investasi yang tidak membutuhkan waktu yang begitu lama untuk memulai kegiatannya.

“Saya berharap agar harmonisasi yang baik antara investor dan masyarakat agar senantiasa terjalin hubungan yang sangat baik. Sehingga, ke depannya akan memberikan keuntungan dari dua belah pihak yakni investor nyaman melakukan aktivitas usahanya dan masyarakat lokal dapat diuntungkan dari aktivitasnya dalam hal lowongan pekerjaan di daerah tersebut,” pungkasnya. (p12/b/lex)

To Top